Senin, 02 November 2026
05:36 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Asia Timur Laut

Asia Timur Laut

Bagikan:
330px-Sea_of_Okhotsk_map_with_state_labels.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daerah tepi laut di Asia Timur Laut meliputi daerah Tiongkok sebelah timur laut.
330px-Map_of_East_Asia.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian utama negara-negara Asia Timur juga termasuk ke dalam Asia Timur Laut yang mana daerahnya lebih tampak terbentang lebar.

Istilah mengenai Asia Timur Laut jelasnya mengacu terhadap sebagian daerah benua Asia yaitu daratan luas dan kepulauan yang berbatasan dengan Samudera Pasifik. Secara bertolak belakang dengan kenyataan, negara Asia Timur juga termasuk Asia Timur Laut.

Istilah ini mulai tenar sejak tahun 1930-an melalui seorang pakar sejarah dan ilmuwan politik berkebangsaan Amerika Serikat yaitu Robert Kerner. Berdasarkan ketetapan batasan terhadap "Asia Timur Laut" menurutnya, istilah ini meliputi Dataran Tinggi Mongolia, Semenanjung Korea, Tanah Pamah Tiongkok Timur Laut atau Tanah Pamah Manchuria (Bahasa Inggris: Northeast China Plain atau Manchurian Plain) dan banyak wilayah pegunungan di Timur Jauh Rusia yang merentangkan antara Samudera Pasifik di sebelah timur dan Danau Baikal di sebelah barat.[1]

Pengertian

Pengertian Asia Timur Laut masih beragam, pengertiannya terus berubah berdasarkan bagian kerangka yang dibahas. Secara tersendiri, istilah Asia Timur Laut mengacu terhadap beberapa daerah Tiongkok.[2][3] Dengan diteliti secara mendalam, maka negara-negara inti yang merupakan Asia Timur Laut yaitu seperti Jepang, Korea Selatan, Korea Utara dan Tiongkok.[4]

Dari pengertian yang lebih luas yang sebagaimana ditetapkan oleh Bank Dunia, rujukannya mengarah kepada "tiga negara Asia Timur Laut berekonomi unggulan seperti Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok" sekaligus juga Korea Utara, Mongolia, Siberia dan Timur Jauh Rusia.[5] Dewan Hubungan Sedunia, dalam istilah ini—juga meliputi daerah lain seperti Mongolia, Nepal dan Timur Jauh Rusia.[6] Bank Dunia pun juga menasdikkan munculnya peran negara-negara de fakto seperti Hong Kong, Makau dan Taiwan. Lembaga Penelitian Ekonomi Asia Timur Laut (Bahasa Inggris: Economic Research Institute for Northeast Asia ) memberi takrif bahwa Asia Timur Laut meliputi seperti Jepang, Mongolia, Nepal, Semenanjung Korea, Tiongkok dan wilayah bagian timur Rusia.[7]

Rusia sudah kerap terlibat dengan pembahasan wilayah Asia Timur Laut karena kepentingan dan antarhubungan dalam menentukan kebijakan secara khusus dengan negara-negara seperti Jepang, Semenanjung Korea dan Tiongkok. Wilayah-wilayah dalam pembahasan Asia Timur Laut di antaranya seperti Laut Jepang, Laut Kuning, Laut Okhotsk dan Laut Tiongkok Timur.

Lihat juga

Acuan

Sitiran

  1. ↑ Narangoa 2014, hlm. 2.
  2. ↑ "Northeast Asia dominates patent filing growth Diarsipkan 2013-06-20 di Wayback Machine." Diperoleh kembali pada 8 Agustus 2001.
  3. ↑ "Paper: Economic Integration in Northeast Asia Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine." Diperoleh kembali pada 8 Agustus 2011.
  4. ↑ Gilbet Rozman (2004), Northeast asia's stunted regionalism: bilateral distrust in the shadow of globalization. Cambridge University Press, pp. 3-4
  5. ↑ Aminian, Nathalie; Fung, K.C.; Ng, Francis. "Integration of Markets vs. Integration by Agreements" (PDF). Policy Research Working Paper. World Bank.
  6. ↑ "Northeast Asia." Council on Foreign Relations. Diperoleh kembali pada 10 Agustus 2009.
  7. ↑ Economic Research Institute for Northeast Asia (1999). Japan and Russia in Northeast Asia: Partners in the 21st Century. Greenwood Publishing Group. hlm. 248.

Sumber

  • Narangoa, Li (2014). Historical Atlas of Northeast Asia, 1590-2010: Korea, Manchuria, Mongolia, Eastern Siberia. New York: Columbia University Press. ISBN 9780231160704.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan