Selasa, 03 November 2026
14:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Asadi Tusi

Asadi Tusi

penyair Persia

Bagikan:
250px-Sadiqi_Beg%2C_Garshasp_fighting_the_sagsars_who_are_using_tree_branches_as_weapons._Garshaspnama_1573_British_Library_Or._12985%2C_f.45v.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Garshasp melawan cynocephali (sagsār), yang menggunakan ranting pohon sebagai senjata. Miniatur oleh Sadiqi Beg dari Garshaspnama. Iran, 1573. Perpustakaan Britania

Abu Nasr Ali bin Ahmad Asadi Tusi (Persia: ابونصر علی بن احمد اسدی طوسی; ca 1000 – 1073) adalah penyair, ahli bahasa, dan penulis Persia. Ia lahir pada awal abad ke-11 di Tus, Khorasan, dan meninggal pada akhir 1080-an di Tabriz. Asadi Tusi dianggap sebagai penyair berbahasa Perisa yang penting dari wiracarita nasional Iran. Karyanya yang paling dikenal adalah Garshasp-nama, ditulis dalam gaya Syahnamah.[1]

Referensi

  1. ↑ "Asadi Tusi, Abu Mansur Ali ibn Ahmed". The Great Soviet Encyclopedia (Edisi 3rd). 1970–79. Diakses tanggal 13 Agustus 2015 – via The Free Dictionary.

Bacaan lanjutan

Flag of IranBiography icon

Artikel bertopik biografi Iran ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan