Selasa, 20 Oktober 2026
08:03 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Ary Prins

Ary Prins

Bagikan:
250px-Raden_Sarief_Bustaman_Saleh_-_Ary_Prins_%281816-1867%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ary Prins

Ary Prins (28 Agustus 1816 – 28 Januari 1867) adalah hakim, politikus, dan negarawan Belanda. Semasa menjadi wakil presiden Dewan Hindia, ia menjabat sebagai Gubernur-Jenderal Hindia Belanda sementara selama 2 kali. Yang pertama adalah pada tahun 1861, setelah Charles Ferdinand Pahud mundur dan digantikan oleh Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele dan yang kedua pada tahun 1866, setelah Sloet van de Beele mundur dan digantikan oleh Pieter Mijer. Prins terlibat dalam meredam pemberontakan di Kalimantan Barat antara tahun 1850-1854.

Karena bukan Gubernur Jenderal, Prins disalahkan atas keterlibatannya dalam Pergerakan Mei, arus politik liberal dalam Revolusi 1848.

Prins meninggal pada tahun 1867 dan meninggalkan isteri bernama Adriana van der Leeuw, wanita kelahiran Padang yang baru berusia 23 tahun. Prins dikuburkan di pemakaman yang berada di belakang Istana Gubernur Jenderal (kini Istana Bogor) di 's Lands Plantentuin te Buitenzorg (kini Kebun Raya Bogor). Di atas makamnya terdapat bangunan berbentuk obelisk.

Pranala luar

Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Charles Ferdinand Pahud
Gubernur Jenderal Hindia Belanda
1861
(sementara)
Diteruskan oleh:
Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele
Didahului oleh:
Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele
Gubernur Jenderal Hindia Belanda
1866
(sementara)
Diteruskan oleh:
Pieter Mijer


Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan