Kamis, 29 Oktober 2026
23:52 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Arsip Persepolis

Arsip Persepolis

kumpulan loh tanah liat yang ditemukan di Persepolis, Iran

Bagikan:
250px-Persepolis_tablet.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Loh Persepolis.

Arsip Persepolis (terdiri dari Arsip Benteng Persepolis dan Arsip Perbendaharaan Persepolis) adalah dua kelompok catatan berupa loh tanah liat,[1] yang ditemukan di Persepolis. Loh-loh tersebut ditulis pada masa Kekaisaran Persia Akhemeniyah. Penemuan ini dilakukan selama penggalian yang sah secara hukum setempat dan Amerika, yang dilakukan oleh para arkeolog dari Institut Oriental Universitas Chicago pada tahun 1930-an. Oleh karena itu kumpulan loh tersebut diberi nama sesuai tempat penemuan: "Persepolis". Penggalian arkeologi di Persepolis oleh Institut Oriental awalnya diarahkan oleh Ernst Herzfeld dari tahun 1931 hingga 1934, kemudian dilanjutkan pada tahun 1934 hingga 1939 oleh Erich Schmidt.[2]

Sementara akhir kekuasaan Kekaisaran Akhemeniyah dilambangkan dengan pembakaran Persepolis oleh Aleksander Agung (pada tahun 330/329 SM), jatuhnya Persepolis secara perlahan-lahan menyebabkan pada pelestarian arsip pemerintahan Akhemeniyah yang mungkin hilang karena penyebab alami dan manusia.[3] Menurut bukti arkeologis, pembakaran sebagian Persepolis tidak memengaruhi loh-loh Arsip Benteng Persepolis, tetapi mungkin telah menyebabkan runtuhnya bagian atas dinding benteng utara yang mengawetkan loh-loh tersebut sampai ditemukan kembali oleh para arkeolog Institut Oriental.[2]

Ribuan loh tanah liat, pecahan dan cetakan segel di arsip Persepolis adalah bagian dari sistem pemerintahan tunggal yang mewakili kelanjutan kegiatan dan aliran catatan-catatan selama lebih dari lima puluh tahun berturut-turut (dari tahun 509 hingga 457 SM).[4] Catatan-catatan ini dapat menjelaskan geografi, ekonomi, dan administrasi, serta agama dan kondisi sosial wilayah Persepolis, pusat peradaban bangsa Persia dari Darius I hingga Artahsasta I.[3]

Arsip pemerintahan Persepolis adalah satu-satunya sumber utama dari dalam terpenting yang masih ada untuk memahami pemerintahan Kekaisaran Akhemeniyah. Namun, bukti-bukti tersebut masih belum sepenuhnya dipahami oleh mayoritas sejarawan.[4][5]

Referensi

  1. ↑ Kuhrt "The Persepolis Archives:concluding observations," Persika 12, 2008:567.
  2. 1 2 Henkelman 2008:Ch 2.
  3. 1 2 Wiesehöfer 10-11.
  4. 1 2 Stolper "What are the Persepolis Fortification Tablets?" The Oriental Institute News & Notes, 2007.
  5. ↑ Kuhrt "The Persepolis Archives:concluding observations," Persika 12, 2008:563-568.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan