Sabtu, 24 Oktober 2026
00:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Aria Sunarya

Bupati Ciamis (1926-1944)

Bagikan:
Raden Tumenggung Aria Sunarya
Bupati Tasikmalayake-9
Masa jabatan
1944–1947
PresidenSoekarno
PendahuluR. T. Wiradipoetra
PenggantiR. Abas Wilagasomantri
Bupati Ciamiske-22
Masa jabatan
1926–1944
Penguasa monarkiWilhelmina
Gubernur JenderalA.C.D. de Graeff
B.C. de Jonge
A.T. van S. Stachouwer
H.J. van Mook
PendahuluR. T. Aria Sastrawinata
PenggantiRaden Mas Ardiwiangun
Informasi pribadi
Lahir1898 (1898)
MeninggalKesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "{" tidak dikenal. Februari 29 Agustus 1965(29 Agustus 1965-02-{{{3}}}) (umur Error: Need valid year, month, day)Kesalahan ekspresi: Kata "agustus" tidak dikenal.

Raden Tumenggung Aria Sunarya adalah Bupati Ciamis periode 1926–1944 dan meninggal 29 Agustus 1965 dalam usia 66 tahun.

Karier RTA. Sunarya

Saat menjabat Bupati Tasikmalaya, R.T.A. Sunarya menggelar gending karesmen kolosal di alam terbuka (open air theatre) untuk yang pertama kalinya di Indonesia. Lakon yang dipergelarkan berjudul Lutung Kasarung. Pemain Lutung kasarung di antaranya Upit Sarimanah (memerankan Purbasari), Barli Sastrawinata (memerankan Léngsér), dsb. R.T.A. Sunarya sendiri bertindak sebagai penulis naskah dan sutradara pergelaran tersebut. Karya terjemahannya yang terkenal adalah Saijah (1951), yang ia terjemahkan dari Saija dan Adinda, atau karya aslinya berjudul Max Havelaar, karya Multatuli. Karena jasa-jasanya dalam bidang kebudayaan, pada tahun 1962, R.T.A. Sunarya mendapat anugerah Piagam Penghargaan Wijaya Kusumah dari Presiden Soekarno.

Kematian

Raden Tumenggung Aria Sunarya meninggal dunia di Bandung pada tanggal 29 Agustus 1965 dalam usia 66 tahun. [1]

Referensi

  1. ↑ "RTA Sunarya". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-02. Diakses tanggal 2016-03-06.
Jabatan politik
Didahului oleh:
R.T Aria Sastrawinata
Bupati Ciamis
1926–1944
Diteruskan oleh:
R. Mas Ardiwiangun
Didahului oleh:
R.T Wiradipoetra
Bupati Tasikmalaya
1944–1947
Diteruskan oleh:
R. Abas Wilagasomantri


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan