Minggu, 18 Oktober 2026
23:20 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Argumen dari kesunyian

Argumen dari kesunyian

argumen yang didasarkan pada ketidakhadiran pernyataan dalam dokumen sejarah, alih-alih keberadaannya.

Bagikan:
250px-GWC_Herbert_Ponting.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jurnal-jurnal perjalanan Marco Polo tidak menyebut Tembok Raksasa Tiongkok, yang membuat orang yakin akan bukti bahwa ia tak pernah datang ke negara tersebut, atau mungkin malah menunjukkan bakatnya dalam hal diplomasi.[1]

Argumen dari kesunyian (Latin: argumentum ex silentio) adalah sebuah argumen yang membuat suatu kesimpulan berdasarkan pada ketiadaan pernyataan dalam dokumen sejarah, alih-alih keberadaan mereka.[2][3] Dalam bidang kajian klasik, istilah ini sering merujuk kepada anggapan bahwa seorang penulis dicap tidak mengetahui suatu hal hanya karena mereka tidak menyebutkannya di dalam tulisannya yang telah ditemukan.[3]

Referensi

  1. ↑ The Routledge Companion to Epistemology by Sven Bernecker and Duncan Pritchard (2010) ISBN0-415-96219-6 Routledge pp. 64–65 "arguments from silence are, as a rule, quite weak; there are many examples where reasoning from silence would lead us astray."
  2. ↑ "argumentum e silentio noun phrase" The Oxford Essential Dictionary of Foreign Terms in English. Ed. Jennifer Speake. Berkley Books, 1999.
  3. 1 2 John Lange, The Argument from Silence, History and Theory, Vol. 5, No. 3 (1966), pp. 288–301
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan