Minggu, 27 September 2026
22:58 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Fajar senja

Fajar senja

penerangan atmosfer saat Matahari tidak terlihat secara langsung karena berada di bawah ufuk

"Twilight" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Twilight (disambiguasi).
250px-%E8%98%BF%E8%94%94%E5%9D%91%E5%A4%9C%E8%89%B2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Siluet manusia dan objek sekitar ketika fajar senja
250px-Samocice_at_dawn%2C_2009.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fajar di Samocice, Polandia.

Fajar senja atau temaram[1] (bahasa Inggris:twilight) adalah waktu ketika matahari berada di bawah cakrawala, tetapi berkas cahayanya yang disebut aram temaram[2] masih tampak di langit akibat pantulan sinar matahari langsung ke permukaan Bumi.[3] Periode ini terjadi sebelum matahari terbit (fajar) atau setelah matahari terbenam (senja).

Sinar matahari yang tersebar di atmosfer atas menyinari atmosfer bawah, dan permukaan Bumi pun tidak terang dan tidak gelap. Matahari sendiri tidak terlihat karena berada di bawah cakrawala. Karena kualitas cahaya ambien yang tidak biasa pada periode ini, cahaya aram sangat dikenal oleh fotografer dan pelukis yang menjulukinya sebagai "jam biru", sesuai istilah Prancis l'heure bleue. Fajar senja secara teknis diartikan sebagai periode sebelum Matahari terbit dan setelah Matahari terbenam ketika muncul cahaya alami dari atmosfer atas yang menerima langsung sinar Matahari dan menyebarkan sebagian sinarnya ke permukaan Bumi..[4]

Subkategori metode

Terdapat tiga subkategori metode dan berterima secara umum dalam menetukan fajar senja, yakni:

  • Fajar senja sipil (civil twilight)
posisi matahari di bawah ufuk sampai dengan ketinggian -6°
  • Fajar senja nautikal (nautical twilight)
posisi matahari di bawah ufuk dengan ketinggian -6°sampai dengan -12°
  • Fajar senja astromomis (astronomical twilight)
posisi matahari di bawah ufuk dengan ketinggian -12° sampai dengan -18°

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ "Temaram". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. ↑ "Aram temaram". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  3. ↑ "Fajar senja". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  4. ↑ "Definitions from the US Astronomical Applications Dept (USNO)". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-01-16. Diakses tanggal 2009-03-03.

Bahan bacaan

  • Mateshvili, Nina (2005). "Twilight sky brightness measurements as a useful tool for stratospheric aerosol investigations". Journal of Geophysical Research. 110 (D09209): D09209. Bibcode:2005JGRD..11009209M. doi:10.1029/2004JD005512.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)

Pranala luar

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Fajar senja.
Wiktionary logo
Lihat entri twilight di kamus bebas Wikikamus.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Twilight.
Ikon rintisan

Artikel bertopik meteorologi dan klimatologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan