Rabu, 28 Oktober 2026
04:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Aos Sí

Aos Sí

Bagikan:
250px-Riders_of_the_Sidhe.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Riders of the Sidhe (1911), lukisan karya John Duncan

Aos sí ([eːsˈʃiː], bentuk lama aes sídhe [eːsˈʃiːðʲə]) adalah istilah yang mengacu kepada ras supranatural dalam mitologi Irlandia dan Skotlandia yang mirip dengan peri atau elf. Konon mereka tinggal di bawah tanah atau di dunia kasatmata yang ada bersamaan dengan dunia manusia. Dunia ini dijelaskan di dalam Lebor Gabála Érenn sebagai alam semesta paralel dan aos sí berkeliaran di antara makhluk hidup. Dalam bahasa Irlandia, aos sí berarti "orang-orang gundukan" (gundukan dalam bahasa Irlandia disebut "sídhe"). Dalam sastra Irlandia, orang-orang gundukan juga disebut daoine sídhe [ˈdiːnʲəˈʃiːə]; sementara dalam mitologi Skotlandia mereka dinamai daoine sìth. Mereka telah dideskripsikan sebagai nenek moyang, roh di alam, peri, atau dewa-dewi.[1]

Beberapa sumber sekunder dan tersier (termasuk pengarang terkenal seperti W. B. Yeats) menyebut aos sí dengan nama sídhe" saja.[2] Menurut beberapa sumber, aos sí adalah dewa-dewi Tuatha Dé Danann yang selamat dari perang melawan kaum Milesia dan mereka melarikan diri ke dunia lain.

Catatan kaki

  1. ↑ Evans Wentz, W. Y. (1966, 1990) The Fairy-Faith in Celtic Countries. Gerrards Cross, Colin Smythe Humanities Press ISBN0-901072-51-6
  2. ↑ Yeats, William Butler (1908). The Collected Works in Verse and Prose of William Butler Yeats. Stratford-on-Avon, UK: Shakespeare Head. hlm. 3.


Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi, mitos, atau legenda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan