Minggu, 08 November 2026
05:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Antonius Agung dari Mesir

Antonius Agung dari Mesir

Bagikan:
250px-Antoniuserem.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Antonius, pendiri ordo kerahiban

Antonius lahir di Mesir sekitar tahun 250, dalam keluarga kaya. Ketika ia berumur dua puluh tahun, orang tuanya wafat, meninggalkan seluruh harta untuknya. Mengikuti petunjuk Yesus, ia membagikan tanah miliknya kepada orang-orang sekampung, menjual harta lainnya dan menyumbangkan uangnya kepada orang-orang miskin. Ia berguru pada seorang Kristen yang sudah berumur, dan belajar tentang sukacita penyangkalan diri. Antonius makan hanya satu kali sehari, yang terdiri dari roti dan air, serta tidur di atas lantai tidak beralas.

Orang-orang Kristen sejati di tengah-tengah orang-orang Kristen lainnya lebih memilih melawan arus daripada mengkompromikan keyakinan mereka, dengan meninggalkan kehidupan duniawi. Maka Antonius pun memilih sebuah kuburan sebagai tempat tinggalnya. Menurut penulis biografinya, Athanasius, Antonius selama lebih kurang dua belas tahun "ditawan" setan-setan yang mengambil bentuk bermacam-macam binatang buas dan kadang-kadang menyerang dia serta meninggalkannya dalam keadaan hampir mati. Mereka mencoba menggoda Antonius untuk masuk ke dalam dunia maksiat, tetapi Antonius selalu menang.

Untuk lebih menjauhkan diri dari dunia ini, Antonius pindah ke sebuah benteng yang telah ditinggalkan. Di sana ia tinggal selama dua puluh tahun tanpa menemui seorang manusia pun. Makanan untuknya dilemparkan melalui tembok. Namun orang-orang telah mendengar penyangkalan dirinya dan pergumulannya dengan setan. Beberapa pengagumnya mendirikan pondok-pondok sementara dekat benteng tersebut, dan ia pun dengan rasa segan menjadi penasihat spiritual mereka dengan memberikan petunjuk dalam hal berpuasa, berdoa dan kegiatan-kegiatan amal. Antonius, dengan sendirinya telah menjadi panutan dalam penyangkalan diri.

Pertapa ini tidak pernah dapat melepaskan dirinya secara penuh dari dunia. Pada tahun 311, Maximianus, salah seorang kaisar kafir terakhir, menganiaya orang-orang Kristen, dan Antonius pun meninggalkan kediamannya untuk mati bagi keyakinannya. Namun, ia akhirnya malah melayani orang-orang Kristen terhukum yang dipekerjakan di tambang-tambang kekaisaran. Pengalaman ini meyakinkannya bahwa hidup secara Kristen pun sama salehnya dengan mati untuk kekristenan. Sekali lagi, pada tahun 350, ia meninggalkan kediamannya untuk membela ortodoksi melawan ajaran sesat Arius, yang dipicu Konsili Nicea (325). Orang-orang, termasuk Kaisar Konstantinus meminta nasihat spiritual dari sang pertapa ini.

Antonius wafat pada usia 105 tahun dan sampai pada akhir hayatnya, ia berada dalam keadaan sehat pikiran dan jasmani. Untuk mencegah berkembangnya pemujaan di kuburannya, ia meminta agar ia dikubur secara diam-diam.

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Saint Anthony the Great.
  • A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang & Randy Petersen, 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen, Immanuel, 1999. Dapat dibaca di sini


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan