Selasa, 13 Oktober 2026
18:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Integral tak tentu

Bagikan:
Kalkulus

Dalam kalkulus, Integral tak tentu (bahasa Inggris:indefinite integral), atau disebut sebagai antiturunan[1] atau antiderivatif (bahasa Inggris:antiderivative) adalah suatu bentuk operasi pengintegralan suatu fungsi yang menghasilkan suatu fungsi baru. Fungsi ini belum memiliki nilai pasti (berupa variabel) sehingga cara pengintegralan yang menghasilkan fungsi tak tentu ini disebut "integral tak tentu".

Bila fungsi F adalah integral tak tentu dari suatu fungsi f maka berlaku F'= f.

Proses untuk memecahkan antiderivatif adalah antidiferensiasi. Antiderivatif yang terkait dengan pasti integral melalui "Teorema dasar kalkulus", dan memberikan cara mudah untuk menghitung integral dari berbagai fungsi.

Contoh

Sebagai contoh, F ( x ) = x 3 3 {\displaystyle F(x)={\tfrac {x^{3}}{3}}} {\displaystyle F(x)={\tfrac {x^{3}}{3}}} adalah antiturunan dari fungsi f ( x ) = x 2 {\displaystyle f(x)=x^{2}} {\displaystyle f(x)=x^{2}}, sebab turunan dari x 3 3 {\displaystyle {\tfrac {x^{3}}{3}}} {\displaystyle {\tfrac {x^{3}}{3}}} adalah x 2 {\displaystyle x^{2}} {\displaystyle x^{2}} serta turunan dari konstanta adalah nol. Ketika mencari integral tak tentu dari x 2 {\displaystyle x^{2}} {\displaystyle x^{2}}, maka akan ada tak berhingga banyaknya antiturunan, seperti x 3 3 , x 3 3 + 1 , x 3 3 − 2 {\displaystyle {\tfrac {x^{3}}{3}},{\tfrac {x^{3}}{3}}+1,{\tfrac {x^{3}}{3}}-2} {\displaystyle {\tfrac {x^{3}}{3}},{\tfrac {x^{3}}{3}}+1,{\tfrac {x^{3}}{3}}-2}, dst. Dengan demikian, semua integral tak tentu dari x 2 {\displaystyle x^{2}} {\displaystyle x^{2}} dapat diperoleh dengan mengubah nilai c di F ( x ) = x 3 3 + c {\displaystyle F(x)={\tfrac {x^{3}}{3}}+c} {\displaystyle F(x)={\tfrac {x^{3}}{3}}+c}, dengan c menyatakan sebarang konstanta. Grafik antiturunan dari fungsi tersebut dapat digeser secara vertikal, tergantung nilai konstantanya. Hal ini juga berlaku untuk fungsi yang lebih umum, yaitu fungsi pangkat f ( x ) = x n {\displaystyle f(x)=x^{n}} {\displaystyle f(x)=x^{n}}, yang mempunyai antiturunan F ( x ) = x n + 1 n + 1 + c {\displaystyle F(x)={\tfrac {x^{n+1}}{n+1}}+c} {\displaystyle F(x)={\tfrac {x^{n+1}}{n+1}}+c} jika n ≠ −1, dan F ( x ) = ln ⁡ | x | + c {\displaystyle F(x)=\ln |x|+c} {\displaystyle F(x)=\ln |x|+c} if n = −1.

Penerapan dan sifat

Artikel utama: Teorema dasar kalkulus

Antiturunan dipakai untuk menghitung integral tentu, dengan menggunakan teorema dasar kalkulus: bila fungsi F {\displaystyle F} {\displaystyle F} adalah antiturunan dari fungsi terintegralkan f {\displaystyle f} {\displaystyle f} di interval [ a , b ] {\displaystyle [a,b]} {\displaystyle [a,b]}, maka: ∫ a b f ( x ) d x = F ( b ) − F ( a ) . {\displaystyle \int _{a}^{b}f(x)\,dx=F(b)-F(a).} {\displaystyle \int _{a}^{b}f(x)\,dx=F(b)-F(a).}Oleh karena itu, setiap antiturunan (yang tak berhingga banyaknya) dari fungsi f {\displaystyle f} {\displaystyle f} dapat disebut sebagai "integral tak tentu" dari f {\displaystyle f} {\displaystyle f}, dan antiturunan tersebut ditulis menggunakan simbol integral tanpa adanya batas. ∫ f ( x ) d x . {\displaystyle \int f(x)\,dx.} {\displaystyle \int f(x)\,dx.}

Terdapat rumus lain dalam teorema dasar kalkulus. Setiap fungsi kontinu f {\displaystyle f} {\displaystyle f} memiliki antiturunan, dan antiturunan F dirumuskan sebagai integral tak tentu dari f {\displaystyle f} {\displaystyle f} dengan batas atas variabel: F ( x ) = ∫ 0 x f ( t ) d t . {\displaystyle F(x)=\int _{0}^{x}f(t)\,dt.} {\displaystyle F(x)=\int _{0}^{x}f(t)\,dt.}

Terdapat banyak fungsi yang antiturunannya tidak dapat dinyatakan dalam fungsi elementer, seperti fungsi polinomial, fungsi eksponensial, fungsi logaritma, fungsi trigonometri, fungsi invers trigonometri, dan juga gabungan fungsi-fungsi lain. Fungsi-fungsi yang dijelaskan tadi adalah fungsi galat, fungsi Fresnel, fungsi integral sinus, fungsi integral logaritmik, dan fungsi mimpi Sophomore.

Tabel integral

Artikel utama: Tabel integral
∫ 1 d x = x + C {\displaystyle \int 1\,\,{\rm {d}}x=x+C} {\displaystyle \int 1\,\,{\rm {d}}x=x+C}
∫ x n   d x = x n + 1 n + 1 + C  jika  n ≠ − 1 {\displaystyle \int x^{n}\ \,{\rm {d}}x={\frac {x^{n+1}}{n+1}}+C\qquad {\mbox{ jika }}n\neq -1} {\displaystyle \int x^{n}\ \,{\rm {d}}x={\frac {x^{n+1}}{n+1}}+C\qquad {\mbox{ jika }}n\neq -1}
∫ 1 x d x = ln ⁡ | x | + C {\displaystyle \int {1 \over x}\,{\rm {d}}x=\ln {\left|x\right|}+C} {\displaystyle \int {1 \over x}\,{\rm {d}}x=\ln {\left|x\right|}+C}
∫ 1 a 2 + x 2 d x = 1 a arctan ⁡ x a + C {\displaystyle \int {1 \over {a^{2}+x^{2}}}\,{\rm {d}}x={1 \over a}\arctan {x \over a}+C} {\displaystyle \int {1 \over {a^{2}+x^{2}}}\,{\rm {d}}x={1 \over a}\arctan {x \over a}+C}

Lihat pula

Referensi

Pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan