Kamis, 29 Oktober 2026
10:01 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Anopheles stephensi

Anopheles stephensi

Bagikan:
Anopheles stephensi
250px-Anopheles_stephensi.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
A. stephensi
Nama binomial
Anopheles stephensi
Liston, 1901
Artikel takson sembarang

Anopheles stephensi adalah vektor nyamuk utama malaria di daerah perkotaan di India dan termasuk dalam subgenus yang sama seperti Anopheles gambiae, vektor malaria utama di Afrika.[1] A. gambiae terdiri dari kompleks dari spesies nyamuk yang secara morfologis identik, bersama dengan semua vektor malaria utama lainnya, bagaimanapun, A. stephensi belum termasuk dalam kompleks tersebut.[2] Namun demikian, dua ras dari A. stephensi ada berdasarkan perbedaan dimensi telur dan jumlah ridge pada telur: A. stephensi stephensi sensu stricto, type form, adalah vektor malaria yang kompeten yang hidup di daerah perkotaan, dan A. stephensi mysorensis, variety form, ada di daerah pedesaan dan menunjukkan perilaku zoofilik yang cukup besar, membuatnya menjadi vektor malaria yang buruk.[3] Namun, A. stephensi mysorensis adalah vektor yang merugikan di Iran.[4] Bentuk peralihan juga ada di masyarakat pedesaan dan daerah pinggiran kota, meskipun status vektornya tidak diketahui.[4] Sekitar 12% kasus malaria di India adalah karena A. stephensi.[5]

Pada November 2015 sebuah kelompok riset Amerika menunjukkan bahwa Anopheles stephensi dengan modifikasi genetik dapat menjadi tidak mampu menyebarkan malaria, dan bahwa 99,5 persen anak nyamuk mutan juga kebal.[6]

Referensi

  1. ↑ Valenzuela, J.G., Francischetti, I.M.B., Pham, V.M., Garfield, M.K., & Ribeiro, J.M.C. (2003). Exploring the salivary gland transcriptome and proteome of the Anopheles stephensi mosquito. Insect Biochemistry and Molecular Biology, 33, 717-732.
  2. ↑ Dash, A.P., Adak, T., Raghavendra, K., & Singh, O.P. (2007). The biology and control of malaria vectors in India. Current Science, 92, 1571-1578.
  3. ↑ Malhotra, P.R., Jatav, C.P., & Chauhan, R.S. (2000). Surface morphology of the egg of Anopheles stephensi stephensi sensu stricto (Diptera, Culicidae). Italian Journal of Zoology, 62, 147-151.
  4. 1 2 Sinka, M.E., Bangs, M.J., Manguin, S., Chareonviriyaphap, T., Patil, A.P., Temperley, W.H., Gething, P. W., Elyazar, I.R.F., Kabaria, C.W., Harbach, R.E., & Hay, S.I. (2011). The dominant Anopheles vectors of human malaria in the Asia-Pacific region: occurrence data, distribution maps and bionomic précis. Parasites and Vectors, 4, 1-46.
  5. ↑ Tikar, S.N., Mendki, M.J., Sharma, A.K., Sukumaran, D., Veer, V., Prakash, S., & Parashar. B.D. (2011). Resistance status of the malaria vector mosquitoes, Anopheles stephensi and Anopheles subpictus towards adulticides and larvicides in arid ad semi-arid areas of India. Journal of Insect Science, 11, 1-10.
  6. ↑ Gemuteerde mug moet malaria bestrijden Nederlandse Omroep Stichting 24 november 2015 (Belanda)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan