Senin, 02 November 2026
23:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Salamander raksasa jepang

Salamander raksasa jepang

Bagikan:
Salamander raksasa jepang
250px-Japanese_giant_salamander_in_Tottori_Prefecture%2C_Japan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salamander raksasa jepang di Perfektur Tottori, Jepang
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Amphibia
Ordo: Urodela
Famili: Cryptobranchidae
Genus: Andrias
Spesies:
A. japonicus
Nama binomial
Andrias japonicus
(Temminck, 1836)
250px-Andrias_japonicus_distribution.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Japanese giant salamander range
Sinonim[2]
Daftar
    • Triton japonicus
      Temminck, 1836
    • Megalobatrachus sieboldi
      Tschudi, 1837
    • Salamandra maxima
      Schlegel, 1837
    • Hydrosalamandra japonica
      — Leuckart, 1840
    • Sieboldia maxima
      — Gray, 1850
    • Cryptobranchus japonicus
      — Van der Hoeven, 1838
    • Salamandra gigas
      A.M.C. Duméril, Bibron &
      A.H.A. Duméril, 1854
    • Tritomegas sieboldii
      — A.M.C. Duméril, Bibron &
      A.H.A. Duméril, 1854
    • Megalobatrachus maximus
      — Boulenger, 1882
    • Cryptobranchus maximus
      — Chapman, 1893
    • Andrias japonicus
      — Lapparent, 1900

Salamander raksasa jepang[3] (Andrias japonicus) adalah sebuah spesies salamander yang sepenuhnya akuatik, yang endemik ke Jepang. Spesies ini ditemukan di sekujur bagian barat pulau utama Honshu, dengan populasi-populasi lebih kecil yang hadir di Shikoku dan Kyushu utara. Dengan panjang hingga 5 kaki (1,5 m)[4] dan bobot hingga 55 pon (25 kg),[5] spesies ini menjadi jenis salamander terbesar ketiga di dunia, setelah salamander raksasa tiongkok dan salamander raksasa tiongkok selatan yang berkerabat dekat dengan salamander raksasa jepang.

Di Jepang, hewan ini dikenal sebagai ōsanshōuo (オオサンショウウオ/大山椒魚), yang secara harfiah berarti "salamander raksasa". Nama lokal lainnya mencakup hanzaki[6], hanzake[7], and ankou.[6] Salamander ini pertama kali dikatalogkan oleh bangsa Eropa ketika fisikawan lokal dari Pulau Dejima di Nagasaki, Philipp Franz von Siebold, menangkap seekor salamander ini dan mengirimnya ke Leiden, Belanda, pada 1820-an. Spesies ini dijadikan sebagai sebuah monuman alami spesial pada 1951, dan dilindungi oleh Pemerintah Pusat.[8] Spesies ini menjadi salah satu dari enam spesies salamander raksasa di dunia.

Referensi

  1. ↑ IUCN SSC Amphibian Specialist Group (2022). "Japanese Giant Salamander". IUCN Red List of Threatened Species. 2022. Diakses tanggal 9 Desember 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Amphibian Species of the World - Andrias japonicus (Temminck, 1836)". Research.amnh.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-03-26. Diakses tanggal 2010-02-04.
  3. ↑ Larasati, Laras (2023-10-26). "7 Fakta Unik Salamander Raksasa Jepang, Panjang 1,5 meter!". IDN Times. Diakses tanggal 2026-01-07.
  4. ↑ Andrias japonicus - Amphibiaweb
  5. ↑ Tochimoto, pers. com>
  6. 1 2 "What is the Hanzaki Research Institute of Japan?". 日本ハンザキ研究所 (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2021-11-17.
  7. ↑ "ハンザケ資料展示室". よりみちにちなん (dalam bahasa Jepang). 2020-02-29. Diakses tanggal 2021-11-17.
  8. ↑ オオサンショウウオ (dalam bahasa Jepang). The Agency for Cultural Affairs. Diakses tanggal 2011-09-24.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan