Rabu, 23 September 2026
14:48 WIB
TERKINI
Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat
An sich

An sich

250px-Immanuel_Kant_%28portrait%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Immanuel Kant, orang yang mempopulerkan istilah ini.

An sich adalah sebuah istilah dari bahasa Jerman yang secara harfiah berarti: "pada dirinya sendiri", "pada hakikatnya" atau "harfiah". Konsep filsafat "Ding an sich" diperkenalkan oleh seorang filsuf Prusia Immanuel Kant.

Jika dijelaskan, maka pengertian "an sich" adalah sebagai berikut. Semua objek yang kita kenal berada di luar tubuh kita. Objek-objek tersebut hadir ke dalam kesadaran kita melalui pancaindra. Dengan demikian, objek-objek tersebut selalu hadir untuk diri kita. Jika objek tersebut hadir juga untuk orang lain, maka orang lain juga hadir sebagai objek untuk diri kita. An sich adalah sebuah hipotesis yang menyebutkan bahwa objek tersebut ada tanpa tergantung pada kesadaran kita. Dengan demikian, jika kita tidak ada, tidak memiliki kesadaran, maka objek tersebut tetap ada.

Sebagai contoh. Kita mengenal batu dengan sifatnya yang keras. Kekerasanbatu tersebut hadir ke dalam kesadaran kita karena salah satu indra kita, yaitu kulit. Jika kita tidak memiliki kulit dan tidak mampu merasakan tekstur serta kekerasan batu, maka kita tidak akan mengenal sifat batu tersebut. Dengan demikian, batu bagi kita tidak memiliki sifat keras. Sekarang pertanyaannya adalah, apakah kekerasan batu tersebut objektif sebagai sifat yang melekat pada batu ataukah sifat tersebut hanya hadir karena interaksi batu dengan kita. Hipotesis an sich menyebutkan bahwa sifat batu tersebut berdiri sendiri dan lepas dari apakah kita dapat merasakan kekerasan batu ataukah tidak.

An Sich(jerman):in se(latin): lebih lanjut, secara literer adalah segalahal yang muncul dengan sendirinya dari dirinya, tanpa ada relasi atau hubungan terhadap sesuatupun(khususnya, tanpa ada hubungan terhadap segala bentuk pengertian-dalam kesadaran). An sich, adalah ada dengan sendirinya.

Hegel, dalam filsafatnya bagaimanapun telah menggambarkan 'keadaan tanpa memiliki relasi' dengan 'an sich'. Dan dalam keadaan yang sedemikian, maka sesuatu dapat memunculkan segala potensinya. Kemudian dalam sistem yang dibentuk Hegel tersebut, an sich kadang-kadang merujuk kepada sesuatu yang latent, tak terbentuk, atau dalam hubungan tertentu merujuk pada ketidaksadaran.

Kant, menggunakan an sich dengan pemahaman yang lebih sederhana, untuk mendeskripsikan sesuatu yang takterikat dengan kesadaran atau pengalaman. Oleh sebab itu Kant terjebak dalam kontrasnya penjelaskan mengenai 'ding-an-sich'(ada dengan sendirinya) dengan 'kehadiran'(phenomena). karena sesungguhnya keduanya jelas berbeda, ding-an-sich adalah keadaan ada di luar kesadaran, ada dengan sendirinya sedangkan 'kehadiran' adalah merupakan suatu fungsi yang dibentuk oleh kesadaran, dan 'kehadiran' itu sendiri pastilah dibentuk oleh berbagai bentuk kesadaran dari luar dirinya.

Dari penjelasan tentang an sich, kemudian muncullah Martin Heidegger dengan Being and Time(Sein und Zeit). Dan penjelasan radikalnya tentang 'ada', dan bagaimana ia memunculkan sebuah pendekatan untuk mencari kebenaran, Ansichtslosigkeit.

Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan