Rabu, 04 November 2026
16:21 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Ampar-Ampar Pisang

salah satu lagu daerah

Bagikan:
Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.

Ampar-ampar Pisang adalah lagu daerah Indonesia berbahasa Banjar, ciptaan A. Zaini.[1] Lagu ini bercerita tentang pisang yang diolah dengan cara diamparkan/dijemur dalam proses pengolahannya menjadi makanan khas.[2] Lagu ini merupakan lagu khas dari Kalimantan Selatan dan dinyanyikan oleh anak-anak sebagai lagu pengiring dalam permainan.[3] Permainan anak-anak Kalimantan Selatan ini biasanya dimainkan pada malam hari dengan dipimpin oleh ibu atau nenek.[4]

Dalam permainan tersebut, iringan lagu Ampar-ampar Pisang juga diikuti oleh beberapa anak bernyanyi dan seiring dengan berakhirnya lagu, anak terakhir disentuh. Kemudian, anak tersebut melipat kakinya ibarat kaki yang buntung karena digigit bulus. Sang anak yang melipat kakinya tersebut berarti telah kalah dalam permainan tersebut.[3][4]

Lagu ini juga menggambarkan kebiasaan masyarakat Kalimantan Selatan yang suka menyusun buah pisang yang mulai masak. Kalaupun sudah masak dan hanya sebiji, anak-anak mulai menggerumuti pisang tersebut dan memakannya. Anak-anak tersebut memakan pisang dengan lahap seperti api memakan batang kayu.[3][2]

Lirik

Wikibooks logo
Wikibuku memiliki informasi lebih lanjut di:

Bahasa Banjar

Ampar-ampar pisang

Pisangku balum masak

Masak sabigi, dihurung bari-bari

Masak sabigi, dihurung bari-bari

Manggalepak, manggalepok

Patah kayu bengkok

Bengkok dimakan api, apinya canculupan

Bengkok dimakan api, apinya canculupan

Nang mana batis kutung, dikitip bidawang

Nang mana batis kutung, dikitip bidawang[5]

Arti Lirik

Susun-susun pisang

Pisangku belum masak

Masak sebiji, dipenuhi bari-bari

Masak sebiji, dipenuhi bari-bari

Manggalepak, manggalepok (bunyi dahan/kayu yang patah)

Patah kayu yang bengkok

Yang bengkok dilalap api, apinya hampir padam

Yang bengkok dilalap api, apinya hampir padam

Yang mana kaki buntung, digigit bulus

Yang mana kaki buntung, digigit bulus[6]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Nusantara, Irama. "Album Irama Daerah Kalimantan Oleh Orkes Taboneo 1960". Irama Nusantara. Diakses tanggal 2024-12-17.
  2. 1 2 Mahendra, B. (2022). Kajian Analisis Lagu Ampar-Ampar Pisang Berdasarkan Teori Estetika Paradoks. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, 163–168. Universitas Negeri Semarang.
  3. 1 2 3 ENSIKLOPEDIMUSIK INDONESIASERI A· E (PDF). Jakarta: PROYEK PENELITIAN DAN PENCATATAN KEBUDAYAAN DAERAH. 1980.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 Shadily, Hassan; Sitompul, Binsar; Burhan, Firdaus; Suharto, Suharto; Sumaryo, Sumaryo; Sudharsono, Sudharsono; Suwondo, Bambang; Yunus, Ahmad (1979-01-01). Ensiklopedi musik indonesia seri a-e. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 11.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Yuliana, Cendi. Kesenian Daerah dan Lagu-Lagu Daerah. hlm. 72 Edisi pertama, Widya Duta Grafika, 2008.
  6. ↑ "Lirik Lagu Ampar Ampar Pisang Kalimantan Selatan - Arti dan Makna". Lagu Daerah. 2016-10-12. Diakses tanggal 2021-05-17.


Ikon rintisan

Artikel bertopik lagu, musik, atau alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan