Senin, 28 September 2026
11:29 WIB
TERKINI
Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas
Amebiasis

Amebiasis

250px-Entamoeba_histolytica_Amebiasis_LifeCycle.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Siklus Hidup Entamoeba histolytica

Amebiasis atau amoebiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica dengan atau tanpa gejala yang tampak.[1] Gambaran klinik ditandai dengan kerusakan jaringan yang luas di lapisan submukosa dan terjadinya infeksi sekunder.[2] Kemungkinan kerusakan diperparah dengan masuknya parasit ke dalam pembuluh darah dan kelenjar getah bening yang berada pada lapisan submukosa dan menyebabkan parasit ini menyebar secara hematogen ke organ yang jauh.[2]

Amebiasis Intestinal

  • Amebiasis Intestinal Akut

Amebiasis intestinal akut terjadi jika seseorang mengalami gejala yang berat dan berlangsung dalam waktu yang tidak lebih dari 1 bulan.[2] Hal ini terjadi karena peradangan akut di kolon dengan adanya ulkus yang menimbulkan gejala yang dinamai syndrome disentri.[2] Gejala tersebut merupakan kumpulan gejala yang terdiri dari berak-berak encer (diare) dengan tinja yang bercampur darah dan lendir, dan disentri nyeri anus waktu berak (tenesmus ani).[2]

  • Amebiasis Intestinal Kronis

Biasanya berupa gejala ringan tanpa demam, ada rasa tidak enak di perut, dan rasa mual disertai diare yang bergantian dengan obstipasi.[2] Tinja yang dikeluarkan biasanya padat, kadang-kadang diliputi darah dan lendir yang tidak merata.[2]

Amebiasis Ekstra Intestinal

Amebiasis ekstra intestinal atau amebiasis kolon ekntra intestinal ini dapat terjadi melalui aliran darah (hematogen) atau kontak langsung (perkontinuitatum).[2] Bila terjadi penyebaran melalui aliran darah, maka organ-organ yang sering dikenai adalah hati, paru-paru, dan otak.[2] Tetapi yang paling sering terjadi adalah amebiasis hati.[2]

Rujukan

  1. ↑ (Inggris) Tilak. "Amoebiasis" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-08-08. Diakses tanggal June 20 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rosdiana Safar (2009). Parasitologi Kedokteran. Yrama Widya. ISBN 978-979-543-806-9.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan