Selasa, 29 September 2026
15:45 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Muhammad Alwi Dahlan

Muhammad Alwi Dahlan

politikus dan penulis asal Indonesia

Bagikan:
Muhammad Alwi Dahlan
250px-Muhammad_Alwi_Dahlan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Penerangan Indonesiake-24
Masa jabatan
16 Maret 1998 –21 Mei 1998
PresidenSoeharto
PendahuluR. Hartono
PenggantiYunus Yosfiah
Informasi pribadi
Lahir(1933-05-15)15 Mei 1933
Meninggal20 Maret 2024(2024-03-20) (umur 90)
Suami/istriElita Rivai[1]
HubunganUsmar Ismail (paman)[1]
Anak1
Orang tua
  • Dahlan Sjarif Datuk Djundjung (ayah)
AlmamaterUniversitas Amerika (BA)
Universitas Stanford (MA)
Universitas Illinois Urbana-Champaign (PhD)

Prof. Muhammad Alwi Dahlan, M.A., Ph.D. (15 Mei 1933 – 20 Maret 2024)[2][3] adalah salah seorang tokoh politik Indonesia. Sebelum diangkat sebagai Menteri Penerangan dalam kabinet terakhir yang dipimpin oleh Presiden Soeharto (Maret-21 Mei 1998), ia pernah menjabat sebagai Asisten Menteri Negara bidang Keserasian Kependudukan dan Lingkungan, dan Bidang Kependudukan, di Kementerian Lingkungan Hidup (1979-1993) serta Kepala BP7 (Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) (1993-1998). Pada 5 Juli 1997, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Riwayat Hidup

Pendidikan

Alwi Dahlan adalah putra Dahlan Sjarif Datuk Djundjung, seorang bupati pada kantor Gubernur Sumatra Tengah dan Siti Noersiah. Dari pihak ibu, kakeknya bernama Datuk Manggoeng atau Soetan Machoedoem adalah pengarang Bidal Melajoe dan neneknya bernama Fatimah Zahra. Pernikahan mereka melahirkan enam anak, dua di antaranya yakni Abu Hanifah dan Usmar Ismail.[4]

Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di Sekolah Rakyat Adabiah Padang, lalu melanjutkan SMP dan SMA Negeri 2 Birugo Bukittinggi.[5][6][7] Setelah menyelesaikan sekolah menengah atasnya, ia masuk ke Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta. Ia berangkat ke AS pada 1958 sebelum sempat menyelesaikan studinya di Fakultas Ekonomi, karena ia diundang oleh Organisasi Nasional Mahasiswa AS (US National Student Association) dalam posisinya sebagai aktivis Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI). Pada tahun 1961 ia menyelesaikan studi S1-nya di Universitas Amerika, Washington, DC dan memperoleh gelar Bachelor of Arts (BA). Ia melanjutkan studinya ke Universitas Stanford dan mengambil gelar Master of Arts (MA) dalam bidang ilmu komunikasi pada 1962. Pada 1967 Alwi meraih gelar doktor dalam ilmu komunikasi dari Universitas Illinois di kota Urbana-Champaign, Amerika Serikat, dan menjadi orang Indonesia pertama yang memiliki gelar doktor dalam bidang tersebut.[8]

Selama belajar di AS itu, Alwi harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan keuangannya. Misalnya, ia pernah bekerja sebagai penjaga malam di gedung Kedutaan Besar RI (KBRI) di Washington, DC.[8]

Pengarang

Alwi Dahlan yang masih merupakan kemenakan dari Usmar Ismail, tokoh perfilman Indonesia, memiliki kegemaran menulis dan mengarang. Pada usia 16 tahun ia sudah aktif mengarang, antara lain, cerita pendek di mingguan nasional Mimbar Indonesia dan majalah Kisah terbitan Jakarta. Ketika duduk di bangku SMP, Alwi menerbitkan koran sekolahnya. Alwi pun menjadi koresponden untuk majalah Siasat dan mengisi rubrik kebudayaan Gelanggang di majalah tersebut. Di bangku SMA ia menulis rangkaian reportase perjalanan kaki menjelajahi pedalaman Alas, Gayo, dan Aceh untuk Siasat. Ia pun aktif menulis dalam Zenith, sebuah majalah kebudayaan yang diterbitkan oleh Mimbar Indonesia.

Di Universitas Indonesia, Alwi mengembangkan kegiatan penulisannya dalam penerbitan kampus; ia menjadi pemimpin redaksi Majalah Forum dan Mahasiswa. Pada 1958, bersama teman-temannya, Emil Salim, Teuku Jacob, Koesnadi Hardjasoemantri, dan Nugroho Notosusanto, ia mendirikan Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia.

Selama periode 1953-1958, Alwi sempat menulis sembilan skenario film, antara lain, Tiga Dara. Harimau Tjampa, film yang ditulisnya sebagai skenario berdasarkan cerita asli Usmar Ismail, memperoleh penghargaan Festival Film Indonesia 1955 sebagai skenario film terbaik. Ia juga memperoleh penghargaan dari Festival Film Asia Pasifik untuk balada pengiring yang memakai teknik randai Minang untuk film Usmar Tamu Agung. Film Jenderal Kancil yang dikerjakan oleh Usmar Ismail dan dibintangi oleh Achmad Albar, dibuat berdasarkan buku cerita anak-anak karangan Alwi Dahlan yang berjudul Pistol si Mancil, terbitan Balai Pustaka.

Rujukan

  1. 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-02. Diakses tanggal 2024-03-30.
  2. ↑ Nasution, Ameidyo Daud (2024-03-20). "Mantan Menteri Penerangan Alwi Dahlan Meninggal Dunia - Nasional Katadata.co.id". katadata.co.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-03-24. Diakses tanggal 2024-03-20.
  3. ↑ Hantoro, Juli (2024-03-20). "Mantan Menteri Penerangan Era Soeharto, Alwi Dahlan Meninggal". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-03-22. Diakses tanggal 2024-03-20.
  4. ↑ Manusia komunikasi, komunikasi manusia: 75 tahun M. Alwi Dahlan. Penerbit Buku Kompas. 2008. ISBN 978-979-709-370-9.
  5. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-03-20. Diakses tanggal 2024-03-30.
  6. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-03-27. Diakses tanggal 2024-03-30.
  7. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-03-20. Diakses tanggal 2024-03-30.
  8. 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-03-20. Diakses tanggal 2024-03-30.
Jabatan politik
Didahului oleh:
R. Hartono
Menteri Penerangan Indonesia
1998
Diteruskan oleh:
Muhammad Yunus Yosfiah
Menko Polkam: Feisal Tanjung •Menko Ekuin/Kepala BAPPENAS: Ginandjar Kartasasmita •Menko PP-PAN: Hartarto Sastrosoenarto •Menko Kesra/Kepala BKKBN: Haryono Suyono •Mendagri: R. Hartono •Menlu: Ali Alatas •Menhankam/Panglima ABRI: Wiranto •Menhak: Muladi •Menteri Penerangan: Muhammad Alwi Dahlan •Menkeu: Fuad Bawazier •Menperindag: Mohammad Hasan •Mentan: Justika Baharsjah •Mentamben: Kuntoro Mangkusubroto •Menhutbun: Sumahadi •Menteri PU: Rachmadi Bambang Sumadhijo •Menhub: Giri Suseno Hadihardjono •Menparsenbud: Abdul Latief •Menkopukm: Subiakto Tjakrawerdaya •Menaker: Theo L. Sambuaga •Menteri Trans-PPH: AM Hendropriyono •Mendikbud: Wiranto Arismunandar •Menkes: Faried Anfasa Moeloek •Menag: Muhammad Quraish Shihab •Mensos: Siti Hardijanti Rukmana •Menristek: Rahardi Ramelan •Menves: Sanyoto Sastrowardoyo •Menteri Agraria: Ary Mardjono •Menpera: Akbar Tanjung •Menteri LH: Juwono Sudarsono •Menteri Panhorbat: Haryanto Dhanutirto •Menteri BUMN: Tanri Abeng •Menperwan: Tuti Alawiyah •Menpora: Agung Laksono •Jaksa Agung: Soedjono C. Atmonegoro •Gubernur Bank Indonesia: Syahril Sabirin •Mensesneg: Saadillah Mursjid
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan