Senin, 02 November 2026
02:32 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Lapangan Slavija

Lapangan Slavija

Bagikan:
250px-Slavija-Beograd-trg_Dimitrija_Tucovica.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bundaran lalu lintas yang sibuk di Lapangan Slavjia

Lapangan Slavija (bahasa Serbia:Трг Славија) adalah sebuah persimpangan jalan komersial utama, yang terletak di antara titik pertemuan jalan-jalan Kralja Milana, Beogradska, Makenzijeva, Svetosavska, Bulevar oslobođenja, Deligradska, dan Nemanjina di Beograd. Lapangan ini sebelumnya bernama Lapangan Dimitrije Tucović sesuai nama tokoh sosialis Serbia terkemuka tersebut.[1]

Lokasi

500px-Panorama_Belgrad.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lapangan Slavija dengan latar belakang panorama Beograd

Slavija terletak kurang dari 1,5 kilometer selatan Terazije (pusat kota Beograd), pada ketinggian 117 meter.[2] Sebagian besar alun-alun itu sendiri masuk ke wilayah munisipalitas Vračar (bagian timur dan tengah) sedangkan bagian barat masuk ke wilayah munisipalitas Savski Venac. Lingkungan yang mengelilingi lapangan ini berbatasan dengan lingkungan Cvetni Trg di utara, sub lingkungan Vračar yakni Grantovac di timur laut, dan Englezovac/Savinac di tenggara, dan Zapadni Vračar di sebelah barat.[butuh rujukan]

Sejarah

250px-Dimitrije_Tucovi%C4%87.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung sepinggang perunggu Dimitrije Tucović di dataran tengah sebelum dipindahkan pada Desember 2016

Hingga tahun 1880-an, daerah sekitar Slavija merupakan sebuah kolam besar di pinggiran timur kota. Kolam ini secara alami dialiri oleh sungai kecil Vračarski potok, menyusuri jalan Nemanjina saat ini, menuju Kolam Gipsi di lingkungan Savamala. Bekas kolam ini adalah mata air bawah tanah yang besar di bawah Hotel Slavija saat ini.[3][4] Tanah dari puncak bukit Vračar di atas Slavija digunakan untuk menutupi dan mengeringkan kolam, yang pada gilirannya meratakan bukit dan menciptakan dataran Vračar saat ini.[5]

Pembangunan lapangan ini dimulai ketika seorang pengusaha Skotlandia terkenal dan Francis Mackenzie Nazarene, membeli sebidang tanah besar di atas alun-alun saat ini dan membagi-bagikannya untuk dijual (wilayah ini kemudian dikenal sebagai Englezovac). Segera setelah itu, Mackenzie membangun sebuah rumah untuk dirinya sendiri di Slavija (di tempat bioskop "Slavija" lama pernah berada), yang pada tahun 1910 diubah menjadi Pusat Rakyat Sosialis, sebuah tempat berkumpul bagi gerakan pekerja. Bangunan lainnya yang lebih kecil di sudut Kralja Milana dan alun-alun, di mana kafe-kafe terkenal "Tri seljaka" dan "Rudničanin" pernah berada, hancur sebelum dan selama Perang Dunia II.[butuh rujukan]

Setelah Perang Dunia II, rezim komunis yang baru mengganti nama lapangan ini pada tahun 1947 untuk menghormati tokoh sosialis terkemuka, Dimitrije Tucović dan menempatkan patung sepinggang perunggu Tucović di dataran alun-alun bagian tengah. Pada awal tahun 2000-an, namanya secara resmi diubah kembali ke Slavija.[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ Trg Slavija - City of Belgrade
  2. ↑ Statistical Yearbook of Belgrade 2007 - Topography, climate and environment Diarsipkan 2011-10-07 di Wayback Machine
  3. ↑ Dragana Jokić Stamenković (28 Mei 2011), "Beograd na dvesta sputanih voda", Politika (dalam bahasa Serbian){{citation}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Dragoljub Acković (Desember 2008), "Šest vekova Roma u Beogradu – part XV, Veselje do kasno u noć", Politika (dalam bahasa Serbian){{citation}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Milan Četnik, "Generali na koti Vračar", Politika (dalam bahasa Serbian){{citation}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Slavija.

44°48′09″N 20°27′59″E / 44.8025°N 20.4664°E / 44.8025; 20.4664

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan