Sabtu, 31 Oktober 2026
14:14 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Alun-Alun Tugu

Alun-Alun Tugu

taman di Indonesia

Bagikan:
Alun-Alun Tugu
250px-Alun-Alun_Tugu_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Alun-alun Tugu di Kota Malang
osm-intl,10,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Alun-Alun_Tugu&revid=29293531&groups=_413ef367dbf0e500b213f03f518b0500a84a0a7c&parser=parsoid
Peta interaktif Alun-Alun Tugu
JenisAlun-alun
LokasiKota Malang, Jawa Timur, Indonesia
Koordinat7°58′38″S 112°38′02″E / 7.977151305042°S 112.63400088687°E / -7.977151305042; 112.63400088687
Dibuat1920
Dimiliki olehPemerintah Kota Malang
Dioperasikan olehDinas Lingkungan Hidup Kota Malang
StatusDibuka untuk umum

Alun-Alun Tugu atau Alun-Alun Bundar adalah alun-alun atau tanah lapang yang terletak di Kota Malang, Jawa Timur. Alun- alun ini dibangun pada tahun 1920 oleh orang Belanda Thomas Karsten. Di bagian tengah alun-alun ini terdapat sebuah tugu yang dikelilingi oleh kolam teratai. Alun-Alun Bundar terletak di depan Balai Kota Malang.

Alun-alun Bunder ini merupakan simbol kekuasaan kolonial Belanda di Kota Malang, karena pemerintah kolonial beranggapan bahwa Alun- alun kota Malang terlalu berbau indis. Pada awalnya nama taman ini adalah JP Coen Plein, sebagai bentuk penghormatan kepada Gubernur jenderal Jaan Pieterzoen Coen.

Fondasi tugu yang berada di bagian tengah alun-alun ini dibangun pada tahun 1945 dan pernah dihancurkan Belanda saat menguasai Kota Malang. Pada tahun 1952, tugu ini dibangun kembali yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953. Alun-Alun Bundar merupakan markah tanah Kota Malang selain Adimarga Ijen.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan