Selasa, 27 Oktober 2026
14:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Alfred Eisenstaedt

Alfred Eisenstaedt

Bagikan:
Alfred Eisenstaedt
250px-Alfred_Eisenstaedt_%28c._1958%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Eisenstaedt ca 1958
Lahir(1898-12-06)6 Desember 1898
Dirschau, Prusia Barat, Kekaisaran Jerman (sekarang Tczew, Polandia)
Meninggal23 Agustus 1995(1995-08-23) (umur 96)
PekerjaanFotojurnalisme
Pasangan menikah
Kathy Kaye
​
​
(m. 1949;meninggal 1972)​
Karier militer
PengabdianKekaisaran Jerman Kekaisaran Jerman
Dinas/cabangAngkatan Darat Kekaisaran Jerman
Perang/pertempuranPerang Dunia I  (WIA)

Alfred Eisenstaedt (6 Desember 1898 – 24 Agustus 1995) adalah salah satu pionir fotojurnalisme.

Alfred mulai menekuni minat fotografinya saat pamannya memberikan Kodak Folding Camera No. 3 sebagai hadiah ulang tahunnya ke-14.

Awal karier fotografi

Pada tahun 1928, Alfred memulai kariernya sebagai fotografer lepas di Pacific & Atlantic Photo yang berkantor di Berlin. Pacific & Atlantic Photo kemudian diambil alih oleh Associated Press pada tahun 1931.

Satu penugasan resmi pada awal kariernya adalah meliput pemenang penghargaan Nobel bidang sastra di Stockholm pada Desember 1929.

Pada awal kariernya sebagai fotografer, Alfred menggunakan peralatan view camera dengan negatif pelat kaca. Kamera ini sangat berat dan harus selalu dipasang pada tripod. Meskipun begitu, kendala ini tidak menghalangi Alfred untuk mengambil beberapa foto legendaris yang sangat dikagumi sampai masa sekarang. Beberapa di antaranya seperti foto seorang gadis pada Premiere di theater La Scala - Milan, Itali, dan foto seorang kapten pelayan di Grand Hotel, Saint Moritz.

Pada foto kapten pelayan di St. Moritz, Alfred menjelaskan bahwa dia ingin memotret keunikan pelayan-pelayan di sana yang berlalu lalang meluncur diatas skating es. Jadi dia menempatkan sebuah kursi, kemudian memfokus lensa kamera Miroflex dia pada kursi tersebut. Kemudian dia meminta kapten pelayan disana meluncur melewati samping kursi tersebut.

Dalam masa-masa awal kariernya, Alfred banyak memotret persona-persona terkenal dari berbagai bidang seperti musisi, penulis, bangsawan, dan ilmuwan.

Pada tahun 1933, Alfred diberi tugas untuk meliput pertemuan Adolf Hitler dan Benito Mussolini. Dalam pertemuan ini Alfred juga memotret Joseph Goebbels yang kelak menjadi menteri propaganda Nazi sesudah Adolf Hitler naik tahta pada tahun 1935. Seperti umunya keturunan Yahudi yang bermukim di Jerman pada zaman itu, Alfred memilih untuk bermigrasi ke Amerika menghindari rezim Nazi yang anti Yahudi.

Karier di Amerika

250px-Bundesarchiv_Bild_183-2007-0307-510%2C_Deutsche_Bank_Disconto_Gesellschaft%2C_Postabteilung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto karya Alfred Eisenstaedt yang memperlihatkan aktivitas ruang surat Deutsche Bank di Berlin pada 1930, sebelum ia beremigrasi ke Amerika Serikat.

Pada tahun 1935, Alfred mulai memakai kamera Rolleiflex Twin Lens Reflex yang lebih praktis. Satu hal yang dia sukai dari kamera Rolleiflex dengan top-down focusing adalah dia bisa memotret tanpa perlu mengangkat kamera ke matanya. Satu hal lain yang disukai Alfred tentang kamera Rolleiflex adalah suara shutter yang halus sehingga tidak menarik perhatian subjek yang dipotret. Selain Rolleiflex, Alfred juga menggunakan kamera Leica rangefinder format 35mm.

Selama hidupnya, Alfred berafiliasi dengan majalah Life sebagai kontributor rutin antara 1936-1972. Sekitar 90 foto yang dibuat Alfred dimuat pada halaman sampul depan majalah Life.

Beberapa hal yang sangat diperhatikan Alfred dalam suatu foto adalah komposisi dan pencahayaan alami. Dengan peralatan yang minimalis, ringan dan kemampuan Alfred untuk membaur dengan lingkungan sekitar membuat dia seolah-olah tidak hadir didepan subjek fotonya.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Alfred Eisenstaedt.


Flag of JermanBiography icon

Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan