Selasa, 03 November 2026
18:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Alexander Kazhdan

Alexander Kazhdan

Bagikan:
Alexander Petrovich Kazhdan
Alexander_Kazhdan_at_1992_Byzantine_Studies_Symposium%2C_Dumbarton_Oaks.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Alexander Kazhdan pada Simposium Studi Bizantium 1992, Dumbarton Oaks
Lahir(1922-09-03)3 September 1922
Meninggal29 Mei 1997(1997-05-29) (umur 74)
AlmamaterUniversitas Moskow
Dikenal karenaOxford Dictionary of Byzantium
Karier ilmiah
BidangIlmu Bizantium
Tempat kerjaAkademi Ilmu Pengetahuan Soviet
Dumbarton Oaks

Alexander Petrovich Kazhdan (bahasa Rusia:Алекса́ндр Петро́вич Кажда́н; 3 September 1922 – 29 Mei 1997) adalah seorang peneliti Bizantium Soviet-Amerika.

Kehidupan Awal

Alexander Kazhdan, lahir di Moskow, menempuh pendidikan di Pedagogical Institute of Ufa dan Universitas Moskow, belajar di bawah bimbingan sejarawan Eugene Kosminsky.[1]

Setelah Perang Dunia II, ia menulis disertasi tentang sejarah agraria Bizantium akhir, diterbitkan pada 1952. Meskipun reputasinya meningkat, ia menghadapi diskriminasi antisemit di era Joseph Stalin, memaksanya bekerja sebagai guru di daerah provinsi. Setelah kematian Stalin pada 1953, kariernya membaik, dan ia bekerja di berbagai institusi, termasuk Institut Sejarah Akademi Ilmu Pengetahuan Soviet.

Pada 1978, Kazhdan pindah ke Amerika Serikat, di mana ia menjadi pembimbing banyak Byzantinis terkenal. Karyanya berkontribusi besar pada studi Bizantium berbahasa Rusia dan internasional. Kazhdan dikenang sebagai salah satu Byzantinis terkemuka abad ke-20.

Bacaan lebih lanjut

  • Cutler, Anthony (1992). "Some talk of Alexander". Dumbarton Oaks Papers. 46: 1–4. ISSN 0070-7546.
  • Franklin, Simon (1992). "Bibliography of works by Alexander Kazhdan". Dumbarton Oaks Papers. 46: 5–26. ISSN 0070-7546.

Referensi

  1. ↑ Bryer, Anthony (1997-06-04). "Obituary: Alexander Kazhdan". independent.co.uk. Diakses tanggal 2024-11-25.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan