Kamis, 29 Oktober 2026
15:54 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Alexander Friedmann

Alexander Friedmann

Bagikan:
Alexander Friedmann
250px-Aleksandr_Fridman.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Alexander Friedmann
Lahir(1888-06-29)29 Juni 1888
Meninggal16 September 1925(1925-09-16) (umur 37)
Dikenal karenaPersamaan Friedmann
Metrik Friedmann–Lemaître–Robertson–Walker
Rantai Friedmann–Keller
Karier ilmiah
BidangKosmologi fisik
meteorologi
hidrodinamika
Tempat kerjaUniversitas Negeri Perm
Institut Politeknik Petrograd
Observatorium Geofisik Utama
Vladimir Steklov
Mahasiswa doktoral
George Gamow
Nikolai Kochin
Pelageya Polubarinova-Kochina

Alexander Alexandrovich Friedmann, juga dieja Friedman atau Fridman (bahasa Rusia:Алекса́ндр Алекса́ндрович Фри́дман) (29 Juni menurutnya, 16 Juni menurut J. O'Conor, tahun 1888, Saint Petersburg, Kekaisaran Rusia – 16 September 1925, Leningrad, Uni Soviet), adalah seorang fisikawan dan matematikawan Rusia.

Kehidupan

Ia merupakan anak dari pasangan Alexander Friedmann, seorang komponis dan penari balet, dan Ludmila Voyachek, seorang pianis. Friedmann menghabiskan sebagian besar hidupnya di Saint Petersburg. Ia bertempur dalam Perang Dunia I sebagai pengebom.

Friedmann memperoleh gelarnya di Universitas Negeri St. Petersburg (1910) dan menjadi pengajar di St.-Petersburg State College of Mines dan profesor di Universitas Negeri Perm pada tahun 1918.

Pada Juni 1925, ia menjadi kepala Observatorium Geofisik Utama di Leningrad. Ia juga berpartisipasi dalam penerbangan balon yang memecahkan rekor dengan mencapai ketinggian 7.400 meter pada Juli 1925.

Friedmann meninggal pada tanggal 16 September 1925 pada usia 37 tahun akibat demam tifoid yang menularinya saat sedang berlibur di Krimea.

Sebagai penghormatan, sebuah kawah di bulan dinamai darinya.

Karya

Relativitas

Paper Friedmann pada tahun 1924 yang berjudul "Über die Möglichkeit einer Welt mit konstanter negativer Krümmung des Raumes" (Mengenai kemungkinan sebuah dunia dengan kurvatur ruang negatif yang konstan) yang diterbitkan oleh jurnal fisika Jerman Zeitschrift für Physik (Vol. 21, pp. 326–332) menunjukkan bahwa ia telah mengenal tiga model Friedmann yang mendeskripsikan kurvatur positif, nol, dan negatif satu dasawarsa sebelum Robertson dan Walker menerbitkan analisis mereka.

Model kosmologis relativitas umum yang dinamis ini akan menjadi standar untuk teori ledakan dahsyat dan keadaan tetap. Karyanya sama-sama mendukung kedua teori tersebut, sehingga baru setelah radiasi latar mikrogelombang kosmis ditemukan ilmuwan mulai meninggalkan teori keadaan tetap dan mendukung paradigma ledakan dahsyat.

Solusi untuk persamaan medan Einstein yang mendeskripsikan jagat raya yang homogen dan isotropik disebut metrik Friedmann–Lemaître–Robertson–Walker atau FLRW. Nama Friedmann dimasukkan karena ia menyelesaikan masalah tersebut secara independen (begitu pula Georges Lemaître dan duet Howard Percy Robertson dan Arthur Geoffrey Walker)

Publikasi terpilih

Referensi

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan