Selasa, 27 Oktober 2026
10:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Alexander Kazhdan

Alexander Kazhdan

Bagikan:
Alexander Petrovich Kazhdan
Alexander_Kazhdan_at_1992_Byzantine_Studies_Symposium%2C_Dumbarton_Oaks.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Alexander Kazhdan pada Simposium Studi Bizantium 1992, Dumbarton Oaks
Lahir(1922-09-03)3 September 1922
Meninggal29 Mei 1997(1997-05-29) (umur 74)
AlmamaterUniversitas Moskow
Dikenal karenaOxford Dictionary of Byzantium
Karier ilmiah
BidangIlmu Bizantium
Tempat kerjaAkademi Ilmu Pengetahuan Soviet
Dumbarton Oaks

Alexander Petrovich Kazhdan (bahasa Rusia:Алекса́ндр Петро́вич Кажда́н; 3 September 1922 – 29 Mei 1997) adalah seorang peneliti Bizantium Soviet-Amerika.

Kehidupan Awal

Alexander Kazhdan, lahir di Moskow, menempuh pendidikan di Pedagogical Institute of Ufa dan Universitas Moskow, belajar di bawah bimbingan sejarawan Eugene Kosminsky.[1]

Setelah Perang Dunia II, ia menulis disertasi tentang sejarah agraria Bizantium akhir, diterbitkan pada 1952. Meskipun reputasinya meningkat, ia menghadapi diskriminasi antisemit di era Joseph Stalin, memaksanya bekerja sebagai guru di daerah provinsi. Setelah kematian Stalin pada 1953, kariernya membaik, dan ia bekerja di berbagai institusi, termasuk Institut Sejarah Akademi Ilmu Pengetahuan Soviet.

Pada 1978, Kazhdan pindah ke Amerika Serikat, di mana ia menjadi pembimbing banyak Byzantinis terkenal. Karyanya berkontribusi besar pada studi Bizantium berbahasa Rusia dan internasional. Kazhdan dikenang sebagai salah satu Byzantinis terkemuka abad ke-20.

Bacaan lebih lanjut

  • Cutler, Anthony (1992). "Some talk of Alexander". Dumbarton Oaks Papers. 46: 1–4. ISSN 0070-7546.
  • Franklin, Simon (1992). "Bibliography of works by Alexander Kazhdan". Dumbarton Oaks Papers. 46: 5–26. ISSN 0070-7546.

Referensi

  1. ↑ Bryer, Anthony (1997-06-04). "Obituary: Alexander Kazhdan". independent.co.uk. Diakses tanggal 2024-11-25.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan