Selasa, 29 September 2026
12:04 WIB
TERKINI
Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan
Albert John Lutuli

Albert John Lutuli

Aktivis dan pejuang HAM asal Afrika Selatan

Bagikan:
Albert Lutuli
250px-Albert_Lutuli_%28458603639%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
President of the African National Congress
Masa jabatan
1952–1967
PendahuluJames Moroka
PenggantiOliver Tambo
Informasi pribadi
Lahirc. 1898
Meninggal21 Juli 1967
Partai politikAfrican National Congress
Suami/istriNokukhanya Bhengu

Albert John Lutuli adalah kepala wilayah Zulu, seorang guru dan pemimpin agama, sekaligus pernah menjabat sebagai presiden Kongres Nasional Afrika (1952-1960) di Afrika Selatan.[1] Bernama lengkap Albert John Mvumbi Luthuli (kata Luthuli juga ada yang mengeja Lutuli).[1] Dia lahir tahun 1898 di dekat Bulawayo, Rhodesia (sekarang Zimbabwe dan meninggal tanggal 21 Juli, 1967 di Stanger, Afrika Selatan.[1][2]

Lutuli adalah orang Afrika pertama mendapat Hadiah Nobel untuk Perdamaian (tahun 1960) karena perjuangannya melawan diskriminasi rasial tanpa kekerasan.[1] Ketika ayahnya, John Bunyan Luthuli, meninggal, dia masih berusia 10 tahun.[1] Kemudian dia kembali ke Afrika Selatan dan belajar tradisi Zulu.[1] Dia lalu melanjutkan studi ke American Board Mission, sebuah perguruan tinggi di wilayah Adams yang mendidik para calon guru.[1] Pada tahun 1927, Lutuli menikah dengan Nokukhanya Bhengu, seorang guru sekaligus cucu dari kepala suku.[1]

Awal mula Lutuli terjun ke dunia politik adalah ketika dia bergabung di African National Congress (ANC) tahun 1945.[1] Kemudian mengadakan kunjungan ke Amerika Serikat sebagai tamu kehormatan Congregational Board of Missions tahun 1948.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Templat:Cte web
  2. ↑ "Albert Lutuli - Biographical". Nobel Prize. Diakses tanggal 22 Juni 2014.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan