Selasa, 27 Oktober 2026
00:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Albert Bettannier

Albert Bettannier

Pelukis Prancis

Bagikan:
250px-The_Geography_Lesson_or_%22The_Black_Spot%22.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
La Tache Noire - salah satu lukisan Bettannier yang paling terkenal. Ini menggambarkan seorang anak yang diajari tentang provinsi "hilang" Alsace-Lorraine setelah Perang Prancis-Prusia. Kehilangan ini adalah tema yang sering berulang dalam karyanya.

Nicolas Albert Bettannier (12 Agustus 1851 – 17 November 1932) biasanya dikenal sebagai Albert Bettannier, adalah seorang pelukis Perancis pada era Republik Ketiga Prancis.

Biografi

Bettannier lahir di Metz pada tahun 1851 sebagai putra Jean Bettannier dan Marie Bellatte. Dia belajar di Moselle. Setelah penyerahan wilayah asalnya Alsace-Lorraine ke Jerman menyusul kekalahan Prancis dalam Perang Prancis-Prusia tahun 1871, ia memutuskan untuk mempertahankan kewarganegaraan Prancisnya dan pindah ke Paris. Dia mendaftar di Académie des beaux-arts di mana dia mengikuti kursus yang diberikan oleh Henri Lehmann dan Isidore Pils. Dari tahun 1881 dan seterusnya, ia memperoleh beberapa ketenaran di Salon des artistes français, di mana ia sering menunjukkan lukisan yang menggambarkan hilangnya Alsace-Lorraine ke Jerman. Dia adalah pendukung sengit revanchisme Prancis. Hilangnya Alsace-Lorraine adalah tema yang berulang dalam karyanya.

Karya

  • La Tache noire (The Black Spot), Deutsches Historisches Museum, Berlin, 1887
  • Le désespoir (The Despair), Musée de l'Ermitage, Saint-Pétersbourg, 1893
  • La Conquête de la Lorraine (The Conquest of Lorraine), 1910
  • L'Oiseau de France (The Bird of France), 1912.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Albert Bettannier.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan