Jumat, 25 September 2026
03:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Al-Aziz Muhammad

Al-Aziz Muhammad
Al-Malik al-Aziz
Emir Aleppo
Berkuasa8 Oktober 1216 – 26 November 1236
PendahuluAl-Zahir Ghazi
PenerusAn-Nasir Yusuf
WaliShihabuddin Toghrul
Lahirca 1213
Meninggal26 November 1236
AyahAl-Zahir Ghazi
IbuDayfa Khatun
PasanganFatima Khatun
KeturunanAn-Nasir Yusuf
Ghaziya Khatun
DinastiAyyubiyah
AgamaIslam

Al-Aziz Muhammad ibn Ghazi (sekitar 1213 – 26 November 1236) adalah emir Ayyubiyah keturunan Kurdi yang memerintah Aleppo. Ia merupakan putra az-Zahir Ghazi dan cucu Salahuddin. Ibunya adalah Dayfa Khatun, putri al-Adil, saudara laki-laki Salahuddin.

Al-Aziz baru berusia tiga tahun ketika ayahnya, az-Zahir Ghazi, meninggal dunia pada tahun 1216 dalam usia empat puluh lima tahun. Ia segera mewarisi kedudukan ayahnya sebagai penguasa Aleppo. Sebuah dewan perwalian kemudian dibentuk dan menunjuk Shihabuddin Toghrul sebagai atabeg atau walinya. Toghrul adalah seorang mamluk az-Zahir Ghazi dan menjadi penguasa efektif Aleppo selama lima belas tahun berikutnya.[1]

Pemerintahan

Al-Aziz baru benar-benar mengambil alih kekuasaan pada usia tujuh belas tahun. Pada saat itu, ia tetap mempertahankan Toghrul sebagai bendaharanya. Secara umum, ia menghindari keterlibatan dalam perselisihan rumit di antara berbagai anggota Dinasti Ayyubiyah dan lebih memusatkan perhatian pada penguatan pertahanan serta infrastruktur Aleppo.[2] Di antara proyek pembangunan yang dimulai oleh az-Zahir Ghazi dan diselesaikan oleh al-Aziz Muhammad adalah penguatan kembali benteng, serta pembangunan istana, masjid, gudang senjata, dan waduk air di dalamnya.[3] Al-Aziz diketahui menikahi Fatima Khatun, putri al-Kamil, yang tampaknya juga memiliki minat besar terhadap pembangunan dan memerintahkan pembangunan dua madrasah di Aleppo.[4]

Pada tahun 1232, tidak lama setelah al-Aziz mencapai usia dewasa, Sultan al-Kamil dari Mesir mengumpulkan pasukan besar yang terdiri atas tentara dari seluruh konfederasi Ayyubiyah untuk menyerang Diyar Bakr. Aleppo merupakan satu-satunya keamiran yang tidak ikut serta dan tidak menyumbangkan pasukan.[5] Namun, pada tahun 1234, Al-Aziz menyediakan sejumlah pasukan untuk bergabung dengan pasukan lain yang dipimpin oleh al-Kamil dalam invasi ke Anatolia, yang kemungkinan menuju Malatya. Al-Aziz sendiri tidak ikut serta dalam kampanye tersebut, yang pada akhirnya berhasil dipukul mundur oleh pasukan Seljuk di bawah Sultan Alâeddin Keykûbad.[6]

Kematian

Al-Aziz meninggal dunia pada 26 November 1236 pada usia dua puluh tiga tahun.[7] Putra sulungnya, an-Nasir Yusuf, baru berusia tujuh tahun sehingga ibu al-Aziz, Dayfa Khatun, mengambil alih jabatan sebagai wali penguasa.[8] Putri al-Aziz, Ghaziya Khatun, menikah dengan Sultan Seljuk Rum, Kaykhusraw II.[9]

Referensi

  1. ↑ Tabbaa, Yasser, Constructions of Power and Piety in Medieval Aleppo, Pennsylvania State University Press, 1997, ISBN0-271-01562-4, p.29
  2. ↑ Tabbaa, Yasser, Constructions of Power and Piety in Medieval Aleppo, Pennsylvania State University Press, 1997, ISBN0-271-01562-4, p.29
  3. ↑ Tabbaa, Yasser, Constructions of Power and Piety in Medieval Aleppo, Pennsylvania State University Press, 1997, ISBN0-271-01562-4, p.60
  4. ↑ Tabbaa, Yasser, Constructions of Power and Piety in Medieval Aleppo, Pennsylvania State University Press, 1997, ISBN0-271-01562-4, p.136
  5. ↑ Humphreys, R. S. From Saladin to the Mongols: The Ayyubids of Damascus 1193-1260, SUNY Press 1977 p.222
  6. ↑ Humphreys, R. S. From Saladin to the Mongols: The Ayyubids of Damascus 1193-1260, SUNY Press 1977 p.224-5
  7. ↑ Setton, K.M., Volff R.L. & Hazard H.W., A History of the Crusades, vol 2: The Later Crusades, 1189-1311, University of Wisconsin Press, 1969 p.704
  8. ↑ Humphreys, R. S. From Saladin to the Mongols: The Ayyubids of Damascus 1193-1260, SUNY Press 1977 p.229
  9. ↑ Humphreys, R. S. From Saladin to the Mongols: The Ayyubids of Damascus 1193-1260, SUNY Press 1977 p.389
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan