Minggu, 27 September 2026
06:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Tanda kromatis

Tanda kromatis

nada yang nilainya tidak termasuk dalam tangga nada yang diatur oleh kunci nada terakhir

{  \override Score.TimeSignature #'stencil = ##f     \relative c'' {         \time 4/4         aes1 a! ais     }  }
Tanda kromatis yang sering muncul (dari kiri ke kanan): mol, pugar, dan kres.
250px-Accidentals-carry-thru-measure.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanda kromatis, atau aksidental, adalah simbol dalam notasi musing yang digunakan untuk menaikkan, menurunkan, atau mengembalikan dana ke pitch semula.

Tanda kromatis atau aksidental adalah tanda untuk menaikkan, menurunkan, dan mengembalikan nada-nada yang dinaikkan atau diturunkan ke nada semula. Tanda kromatis ditempatkan di depan not yang ingin dinaikkan atau diturunkan nadanya. Tanda kromatis yang ditulis dalam suatu birama hanya berlaku dalam ruas birama tersebut.[1]

Tanda-tanda kromatis

Berikut beberapa tanda kromatis.[1]

  • Kres/sharp (♯) digunakan untuk menaikkan nada ½ jarak. Nada yang dinaikkan ½ jarak mendapat akhiran “is” (contoh: G menjadi Gis).
  • Mol/flat (♭) digunakan untuk menurunkan nada ½ jarak. Nada yang diturunkan ½ jarak mendapat akhiran “es” (contoh: B menjadi Bes).
  • Pugar/natural (♮) digunakan untuk mengembalikan nada-nada yang telah dinaikkan atau diturunkan ke nada awal. (contoh: Gis menjadi G, Cisis menjadi C, Bes menjadi B, Deses menjadi D).
{  \override Score.TimeSignature #'stencil = ##f     \relative c'' {         \time 4/4         aeses1 aisis     }  }
Aksidental ganda (dari kiri ke kanan): mol ganda dan kres ganda.

Beberapa tanda kromatis memiliki nilai ganda (berlaku dua kali/berubah dua kali lipat).

  • Kres ganda/double sharp (𝄪) digunakan untuk menaikkan nada 1 jarak. Nada yang dinaikkan 1 jarak mendapat akhiran “isis” (contoh: C menjadi Cisis).
  • Mol ganda/double flat (𝄫) digunakan untuk menurunkan nada 1 jarak. Nada yang diturunkan 1 jarak mendapat akhiran “eses” (contoh: D menjadi Deses).

Penggunaan standar

Pada kasus umum, tanda kres menaikkan setengah nada dan tanda mol menurunkan setengah nada. Tanda pugar dipakai untuk membatalkan perubahan oleh tanda kres atau tanda mol. Tanda kromatis berlaku untuk satu birama, kecuali bila not tersebut bersambung ke not setelahnya (dalam birama selanjutnya). Tanda kromatis juga dipakai untuk menyatakan ulang perubahan nada.

{     \relative c'' {         \time 3/4         g4 gis gis | g? ges ges~ | ges gis g     } }

Pada contoh di atas, not-not tersebut adalah sebagai berikut.

  • birama 1: G♮, G♯, G♯ (tanda kres berlanjut ke not setelahnya)
  • birama 2: G♮ (dengan aksidental pengingat), G♭, G♭ (tanda mol berlanjut ke not setelahnya)
  • birama 3: G♭ (tersambung dengan not sebelumnya), G♯, G♮ (tanda pugar membatalkan tanda kres)

Aksidental pengingat

{  \override Score.TimeSignature #'stencil = ##f     \relative c'' {         \time 4/4         aes1 a?     }  }
Not A♭ diikuti oleh A♮ pada birama selanjutnya. Not A♮ diberi aksidental pengingat untuk mengingatkan pemain bahwa tanda mol tidak berlaku untuk not ini.

Dalam partitur modern, sebuah garis birama membatalkan tanda kromatis, kecuali not yang bersambung antarbirama. Aksidental pengingat dipakai untuk mengingatkan pemain musik tentang nada yang harus dimainkan. Pemakaian aksidental pengingat (biasanya diapit tanda kurung) beragam di antara penerbit.

Referensi

  1. 1 2 Soewito M., D. S. Teknik Termudah Menulis dan Membaca Not Balok. Jakarta: dpa Publisher. hlm. 27–28. ISBN 979-0-801892-00-3.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: ID grup tidak valid
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan