Sabtu, 26 September 2026
17:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Akotiledon

Akotiledon adalah istilah botani yang digunakan untuk merujuk pada benih tanaman atau spermatofit yang tidak mempunyai kotiledon,[1] seperti anggrek dan tali putri. Biji anggrek kecil dan embrionya tidak berkembang. Mereka bergantung pada jamur mikoriza untuk nutrisi awal mereka, atau dengan kata lain miko-heterotrof.

Meskipun beberapa penulis, terutama pada abad ke-19 dan sebelumnya, menggunakan kata akotiledon pada tanaman yang tidak memiliki kotiledon karena tidak memiliki biji seluruhnya (seperti pakis dan lumut),[2][3][4] beberapa botanis lain membatasi istilah tersebut pada tanaman berbiji yang tidak memiliki kotiledon.[5]

Tumbuhan berbunga atau angiosperma terbagi menjadi dua kelompok besar. Monokotiledon atau monokotil yang memiliki satu lobus biji, yang sering termodifikasi untuk menyerap nutrisi yang tersimpan dari biji sehingga tidak pernah muncul dari biji atau berfotosintesis pada saat tumbuh. Sementara Dikotiledon atau dikotil memiliki dua kotiledon dan sering berkecambah untuk menghasilkan dua kotiledon seperti daun pada saat tumbuh. Konifer dan tumbuhan berbiji terbuka lainnya tidak memiliki bunga tapi mungkin memiliki dua atau lebih kotiledon pada organ pembenihan.

Referensi

  1. ↑ Parker, Sybil, P. (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ "acotyledon", Webster's Revised Unabridged Dictionary, 1913{{citation}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link) Diarsipkan 2012-07-10 di Archive.is
  3. ↑ William Thomas Brande (1842), "acotyledons", A Dictionary of Science, Literature, & Art, hlm. 11
  4. ↑ John Lindley, Thomas Moore, ed. (1866), "acotyledons", The treasury of botany
  5. ↑ Noah Webster (1828), "acotyledon", American Dictionary of the English Language


Ikon rintisan

Artikel bertopik botani ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan