Sabtu, 24 Oktober 2026
02:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Akademi Nederduytsche

Akademi Nederduytsche

universitas di Belanda

Bagikan:

Akademi Nederduytsche atau Akademi Belanda Pertama adalah sebuah lembaga yang dibentuk oleh Samuel Coster (dengan dukungan penting dari Bredero dan Hooft) di Amsterdam. Lembaga ini dibentuk untuk menawarkan sajian teater yang lebih baik daripada teater lama rederijkerskamers. Selain itu lembaga ini bertujuan untuk memberikan pendidikan lebih tinggi kepada masyarakat umum.

Akademi ini diresmikan pada 23 September 1617 dengan sajian drama berjudul 'Apollo' karangan Suffridus Sixtinus, dan drama tragedi 'Vande moordt begaen aen Wilhelm van Orangien' (Pembunuhan William dari Oranje) karangan Gijsbert van Hoghendorp. Acara peresmian ini dilakukan di gedung yang selruhnya dibuat dari kayu. Lambang akademi ini terdiri dari sarang lebah dan bunga eglantin dan di bawahnya ditulis kata "IJver" (semangat) sebagai mottonya.

Pengkhotbah Calvinis pada waktu itu menyatakan agar lembaga baru itu ditutup. Namun mereka tidak menyerah, terutama setelah kedatangan dua profesor pertama (Sibrant Hanses Cardinael yang mengajar ilmu hitung dan Jan Thonis mengajar agama Yahudi).

Pada tahun 1631, Vondel menulis sebuah esai berjudul "Vraghe van d'Amsterdamsche Academi aan alle poëten en dichters" (Pertanyaan Akademisi Amsterdam Kepada Semua Penyair ), yang memprovokasi pihak Calvinis lebih keras.

Tokoh utama lembaga yang pernah menulis tentang komedi dan lelucon:

Coster

  • Teeuwis de boer en Tysken vanden Schilde

Bredero

  • Lucelle
  • De Koe,
  • Symen,
  • De Meulenaer,
  • Het Moortje,
  • Spaansche Brabander

Hooft

  • Warenar
40px-Netherlands_stub.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan