Jumat, 23 Oktober 2026
20:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Akademi Perang Prusia

Akademi Perang Prusia

akademi militer Prusia di Berlin (1810–1945)

Bagikan:
250px-Berlin_Kriegsakademie_Fassade_Unter_den_Linden.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fasad Unter den Linden 74, dibangun oleh Karl Friedrich Schinkel sebagai Vereinigte Artillerie- und Ingenieurschule (Sekolah Artileri dan Teknik Bersatu)
250px-Berlin_Kriegsakademie_Fassade_Dorotheenstrasse_ZfB.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fasad bangunan ruang kelas di Dorotheenstraße 58/59, dirancang oleh Franz Schwechten (1883)
250px-Berlin_Kriegsministerium_Lageplan_ZfB.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Denah lokasi Akademi Perang dengan bangunan ruang kelas di Dorotheenstraße, serta bagian di Unter den Linden yang diubah menjadi rumah dinas pada tahun 1878/79 karena lokasinya yang bergengsi

Akademi Perang Prusia (Preußische Kriegsakademie) di Berlin adalah sebuah perguruan tinggi militer dan akademi militer untuk melatih para perwira staf umum. Akademi ini didirikan oleh Gerhard von Scharnhorst pada tanggal 15 Oktober 1810 sebagai Allgemeine Kriegsschule (Sekolah Perang Umum) untuk Prusia. Pada awal Perang Dunia I tahun 1914, akademi perang ini ditutup dan dilarang setelah perang berakhir berdasarkan Perjanjian Versailles. Pada tahun 1935, akademi ini dibuka kembali dan akhirnya ditutup secara permanen pada tahun 1945. Penerus resmi dari akademi ini adalah Führungsakademie der Bundeswehr di Hamburg. Akademi Perang Prusia harus dibedakan dari Preußische Hauptkadettenanstalt (Lembaga Kadet Utama Prusia), sekolah kejuruan militer yang mengajarkan keterampilan khusus kecabangan persenjataan, serta dari Kriegsschule (sekolah perang) yang mempersiapkan para calon perwira untuk ujian perwira (Offizierspatent).

Lokasi

Akademi ini berawal dari Akademie für junge Offiziere der Infanterie und Kavallerie (Akademi untuk Perwira Muda Infanteri dan Kavaleri) pada tahun 1801, yang kemudian dikenal sebagai Allgemeine Kriegsschule (Sekolah Perang Umum). Akademi ini secara resmi didirikan kembali oleh Gerhard von Scharnhorst di Berlin pada tanggal 15 Oktober 1810 sebagai salah satu dari tiga perguruan tinggi perwira. Gedungnya di Unter den Linden (1845/25), Berlin, dirancang oleh Karl Friedrich Schinkel.

Kelulusan

Kelulusan dari akademi perang ini merupakan prasyarat untuk diangkat ke dalam Staf Umum Prusia (kelak menjadi Staf Umum Jerman). Carl von Clausewitz mendaftar sebagai salah satu siswa pertamanya pada tahun 1801 (sebelum lembaga ini berganti nama), sementara alumni lainnya meliputi para Marsekal Lapangan von Steinmetz, von Moltke, dan von Blumenthal pada dasawarsa 1820-an dan 1830-an.

Ernst Emile Von Lorenz, yang menjabat sebagai komandan Angkatan Darat Amerika Serikat pada tahun 1889, merupakan salah satu lulusannya, begitu pula Kolonel Angkatan Darat AS Albert Coady Wedemeyer, yang bertugas dalam Perang Dunia II. Akademi perang ini direstrukturisasi setelah Perang Dunia I dan dibubarkan setelah Perang Dunia II.

Kurikulum

Para siswa di Akademi Perang menghadiri sekitar 20 jam perkuliahan per minggu. Pengajaran diberikan oleh para profesor dari Universitas Berlin dan perwira yang bertugas di Staf Umum Besar, yang dengan demikian juga meningkatkan pendidikan mereka sendiri. Pada tahun 1872, Akademi Perang dialihkan dari Inspektur Pendidikan Militer ke bawah komando Kepala Staf Umum. Semangat Akademi ini diungkapkan oleh Kepala Staf Helmuth von Moltke, yang menekankan pentingnya "proses aktif saling memberi dan menerima secara mental antara pengajar dan siswa, demi merangsang para siswa untuk menjadi rekan kerja".[1]

Penerimaan siswa ke Akademi ini sangat selektif. Para perwira dengan masa dinas minimal lima tahun yang ingin menjadi perwira Staf Umum mempersiapkan diri untuk ujian masuk, yang meliputi taktik, survei, geografi, matematika, dan bahasa Prancis, dengan pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pemahaman alih-alih hafalan semata.[2][3] Para penilai esai tidak mengetahui nama atau resimen dari para kandidat. Dari ratusan pelamar, sekitar seratus orang diterima setiap tahunnya untuk mengikuti kursus tahun pertama di Akademi. Mereka yang menunjukkan kinerja memuaskan akan dinaikkan ke tahun kedua dan ketiga.

Pada tahun pertama, empat belas jam perkuliahan setiap minggu difokuskan pada mata pelajaran militer, termasuk sejarah militer, sementara tujuh belas jam sisanya adalah nonmiliter, yang meliputi sejarah umum, matematika, sains, serta pilihan antara bahasa Prancis atau Rusia. Alokasi waktu yang kurang lebih sama diterapkan pada dua tahun terakhir.[4] Perkuliahan dilengkapi dengan kunjungan ke benteng-benteng, pabrik senjata, dan latihan resimen kereta api. Selama liburan musim panas selama tiga bulan, para siswa menghadiri manuver dan diajak dalam latihan taktis lapangan di mana mereka mengomandani unit-unit imajiner. Pada akhir kursus, mereka menempuh ujian kedua mereka. Hanya sekitar tiga puluh siswa yang lulus dari ujian yang sangat sulit ini. Mereka kemudian ditugaskan (kommandiert) ke Staf Umum Besar, sambil tetap mempertahankan keterikatan resimen mereka. Setelah dua tahun, mereka menempuh ujian ketiga sekaligus terakhir mereka, di mana setelah itu hanya lima hingga delapan perwira yang ditempatkan secara permanen untuk mengisi kekosongan di Staf Umum  — sebuah proses penyaringan luar biasa dari sekian banyak orang yang telah mengikuti kompetisi tersebut.

Referensi

  1. ↑ Wilkinson, Spenser (1895, dicetak ulang 1913), The Brain of an Army : A Popular Account of the German General Staff (edisi ke-2), Westminster: Archibald Constable, hlm. 160.
  2. ↑ Wilkinson 1895, hlm. 151-152.
  3. ↑ Wilkinson, 1895, hlm. 159
  4. ↑ Wilkinson 1895, hlm. 162.

52°31′03″N 13°22′53″E / 52.51750°N 13.38139°E / 52.51750; 13.38139

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan