Minggu, 01 November 2026
09:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Ahmad Syakir

Bagikan:
Ahmad Syakir
Lahir1309 H/1892 M
Kairo, Mesir
Meninggal1377 H/1958 M
Riyadh
Filsafat
EraEra modern
WilayahUlama Islam
Ahlus Sunnah (Sunni)

Syaikh Ahmad bin Muhammad Syakir atau lebih dikenal dengan Syaikh Ahmad Syakir, adalah ulama ahli hadits terkemuka yang berasal dari Mesir. Lahir pada tahun 1309 H di Kairo, Mesir. Syaikh Ahmad Syakir memiliki nasab yang bersambung hingga sampai kepada seorang Sahabat Rasulullah yang terkenal, yaitu Ali bin Abi Thalib. Syaikh Ahmad Syakir merupakan salah seorang di antara 2 ulama hadits paling berpengaruh pada abad ke-20 bersama dengan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, dan banyak dijadikan rujukan oleh ulama-ulama pada masa kini. Wafat pada tahun 1377 H.

Riwayat Ilmiah

Syaikh Ahmad Syakir mulai menjadi seorang penuntut ilmu sejak usianya masih sangat belia. Ayah dialah yang menjadi guru pertama dia. Ketika ayahnya yang sebelumnya adalah kepala hakim di Sudan kemudian pindah ke kota Iskandariyah (Alexandria), Syaikh Ahmad Syakir pun juga turut serta. Dia pun kemudian tumbuh terbimbing di lingkungan ulama. Di antara ulama tersebut adalah Syaikh Abdussalam al-Faqi, di mana dia belajar syair dan sastra Arab dari Syaikh Abdussalam al-Faqi. Waktu itu usia dia belumlah sampai 20 tahun, akan tetapi dia telah bersemangat untuk mempelajari ilmu hadits.

Ketika ayahnya diangkat menjadi wakil rektor Universitas Al-Azhar, Syaikh Ahmad Syakir juga ikut belajar di Universitas tersebut. Disana dia belajar dari beberapa orang ulama, di antaranya: Syaikh Ahmad asy-Syinqithi, Syaikh Syakir al-Iraqi, dan Syaikh Jamaluddin al-Qasimi. Menurut kesaksian Syaikh Muhammad Hamid al-Faqi (salah seorang sahabat Syaikh Ahmad Syakir), Syaikh Ahmad Syakir terkenal memiliki kesabaran yang begitu tinggi. Hafalannya pun terkenal sangat kuat. Dia juga memiliki kemampuan tinggi dalam memahami hadits dan bagus mengungkapkannya dengan nash maupun akal (ketika melawan orang-orang liberalis dan ahli kalam).

Sebagaimana prinsip para ahli hadits, Syaikh Ahmad Syakir sangat anti terhadap metode taklid. Syaikh Ahmad Syakir telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia Islam kontemporer. Dia telah memberikan banyak sumbangan berupa karya-karya monumental atas penelitiannya pada kitab-kitab hadits ulama sebelumnya.

Karya-karya

Wikisource logo
Wikisource Arab memiliki teks asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan