Minggu, 01 November 2026
05:13 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Karang hermatipik

Karang hermatipik

Bagikan:
330px-Acropora_secale_%28Hard_coral%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Acropora, salah satu jenis karang keras (hermatipik) yang berperan penting dalam pembentukan terumbu karang.

Karang hermatipik adalah semua terumbu karang yang termasuk dalam kelompok karang keras (Scleractinia) yang membentuk terumbu karang melalui proses pengendapan kalsium karbonat. Kata "hermatifik" berasal dari bahasa Yunani, yang berarti "pembawa batu" atau "penghasil batu", mengacu pada kemampuan mereka membentuk struktur keras yang menjadi dasar terumbu karang.[1] Sementara itu, semua jenis karang yang tidak berkontribusi dalam pembangunan dasar keras karang dikenal sebagai karang ahermatipik.

Ciri-ciri

Karang hermatipik memiliki kerangka kalsium karbonat yang keras dan membentuk koloni besar. Mereka hidup terutama di perairan tropis dangkal dengan cahaya matahari yang cukup karena memiliki hubungan simbiotik dengan zooxanthellae, alga mikroskopis yang membantu menyediakan nutrisi melalui fotosintesis.[2]

Peran Ekologis

Karang hermatipik sangat penting dalam ekosistem laut karena membentuk terumbu karang yang menjadi habitat bagi ribuan spesies laut. Terumbu karang juga berfungsi sebagai pelindung pantai dari erosi dan gelombang besar.[3]

Ancaman

Kerusakan terumbu karang akibat pemanasan global, polusi, dan aktivitas manusia seperti penangkapan ikan yang merusak dan penambangan batu karang menjadi ancaman utama bagi hermatifik dan ekosistem terumbu karang secara keseluruhan.[4]

Referensi

  1. ↑ Veron, J.E.N. (2000). Corals of the World. Australian Institute of Marine Science.
  2. ↑ Muscatine, L. (1990). "The role of symbiotic algae in carbon and energy flux in reef corals". Coral Reefs. 25: 1–9.
  3. ↑ Moberg, Fanny; Folke, Carl (1999). Ecological goods and services of coral reef ecosystems. Springer. hlm. 25–50.
  4. ↑ Hughes, TP (2017). "Global warming and recurrent mass bleaching of corals". Nature. 543: 373–377.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan