Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Aglutinasi" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
Untuk aglutinasi dalam biologi, lihat Aglutinasi (biologi).
Aglutinasi, dalam linguistik, adalah gejala penggunaan afiks untuk membentuk suatu pengertian baru dari suatu kata dasar.[1] Gejala ini sangat umum pada berbagai bahasa, bahkan pengelompokan bahasa-bahasa dapat dilakukan menurut gejala ini. Bahasa yang mengandalkan afiks untuk membentuk kata turunan disebut sebagai bahasa aglutinatif.[2] Bahasa Indonesia (bahasa Melayu) dan banyak bahasa-bahasa Austronesia lain adalah bahasa aglutinatif.[3]
Referensi
- ↑ Sabubu, Sri Nurlaela (2017). "Prefiks Se-Bahasa Indonesia dan Padanannya dalam Bahasa Suwawa". Telaga Bahasa. 5 (2): 307–324.
- ↑ Hasana, Hasana (2022). "Fungsi dan Peran Bahasa Indonesia dalam Penulisan Ilmiah". Jurnal Literasiologi (dalam bahasa American English). 8 (4): 28–38.
- ↑ Nuryadi, Nuryadi (2019). "Kata Dan Proses Pembentukan Kata Dalam Bahasa Inggris Dan Bahasa Indonesia". Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya. 4 (1): 114–127.