Senin, 19 Oktober 2026
19:49 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Aglutinasi

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Aglutinasi" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Untuk aglutinasi dalam biologi, lihat Aglutinasi (biologi).

Aglutinasi, dalam linguistik, adalah gejala penggunaan afiks untuk membentuk suatu pengertian baru dari suatu kata dasar.[1] Gejala ini sangat umum pada berbagai bahasa, bahkan pengelompokan bahasa-bahasa dapat dilakukan menurut gejala ini. Bahasa yang mengandalkan afiks untuk membentuk kata turunan disebut sebagai bahasa aglutinatif.[2] Bahasa Indonesia (bahasa Melayu) dan banyak bahasa-bahasa Austronesia lain adalah bahasa aglutinatif.[3]

Referensi

  1. ↑ Sabubu, Sri Nurlaela (2017). "Prefiks Se-Bahasa Indonesia dan Padanannya dalam Bahasa Suwawa". Telaga Bahasa. 5 (2): 307–324.
  2. ↑ Hasana, Hasana (2022). "Fungsi dan Peran Bahasa Indonesia dalam Penulisan Ilmiah". Jurnal Literasiologi (dalam bahasa American English). 8 (4): 28–38.
  3. ↑ Nuryadi, Nuryadi (2019). "Kata Dan Proses Pembentukan Kata Dalam Bahasa Inggris Dan Bahasa Indonesia". Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya. 4 (1): 114–127.


Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan