Selasa, 27 Oktober 2026
15:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Afdeling Martapoera

Bagikan:

Afdeeling Martapoera[1] adalah bekas sebuah afdeling dalam Karesidenan Selatan dan Timur Borneo yang ditetapkan dalam Staatblad tahun 1898 no.178. yang beribu kota di Martapura dan terdiri atas:

  1. Onderafdeeling Martapoera terdiri dari: Distrik Martapura.
  2. Onderafdeeling Riam Kiwa dan Riam Kanan terdiri dari:
    1. Distrik Riam Kiwa
    2. Distrik Riam Kanan
  3. Onderafdeeling Tanah Laoet terdiri dari:
    1. Distrik Pleihari
    2. Distrik Maluka
    3. Distrik Satui (Kecamatan Satui, Tanah Bumbu)

Susunan pemerintahan

Dalam perkembangannya, Onderafdeeling Tanah Laoet dimekarkan menjadi Afdeeling Tanah Laut.[2]

Afdeeling Martapoera.

  • Assistent-resident, tevens jd. notaris en vendumeester: G. A. van Delden, 13 Desember 1863.
  • Ambtenaar ter beschikking: М. С. Dannenborgh
  • Regent van Martapoera: Pangeran Soerja Winata, G. М. 15 Januari 1865.
  • Moefti: Hadji Moehammad Chalid, 30 Juni 1860.
  • Distriksthoofd: Kjahi Soeta Merta, 5 Juni 1862.
  • Distrikts-pangoeloe: Hadji Mahmoed, 30 Juni 1860.

Distrikten Riam Kanan en Kiwa.

  • Ambtenaar ter beschikking, belast met het bestuur: A. M. Joekes.
  • Distriktshoofd van Riam Kanan: Kjahi Kadir.
  • Distriktshoofd van Riam Kiwa: Kjahi Bahoedin.
  • Distrikts-pangoelae van Riam Kanan:. Hadji Jahja.
  • Distrikts-pangoelae van Riam Kiwa: Hadji Moehammad Ali.

Distrikten Margasari en Benoewa Empat.

  • Kontroleur der 2de klasse: J. van Nieuwkuyk.
  • Distriktshoofd van Margasari: Kjahi Demang Wira Joeda.
  • Distriktshoofd van Benoewa Empat: Kjahi Matarip.
  • Distrikts-pangoelae van Margasari: Hadji Ahmad.
  • Distrikts-pangoelae van Benoewa Empat: Hadji Mohammad Amim.

Referensi

  1. ↑ "Administrative divisions in Dutch Borneo, 1902". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-05-05. Diakses tanggal 2011-06-25.
  2. ↑ (Belanda) Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 44. Lands Drukkery. 1871. hlm. 196.{{cite book}}: |first= tidak memiliki |last=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan