Selasa, 22 September 2026
15:57 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Aigis

Aigis

250px-Alexander_and_Bucephalus_-_Battle_of_Issus_mosaic_-_Museo_Archeologico_Nazionale_-_Naples_BW.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aleksander memakai Aigis, mosaik dari abad pertama SM, Museum Arkeologi Nasional Naples.

Aigis (/[invalid input: 'icon']ˈ[invalid input: 'ɨ']s/) adalah jubah atau mantel yang dipakai pada masa kuno untuk menunjukkan perlindungan yang diberikan oleh otoritas keagamaan yang tinggi atau oleh pemegang perisai perlindungan yang mencirikan hal yang sama, misalnya pakaian yang mengandung perisai. Kadang-kadang pakaian dan perisainya disatukan, dengan versi perisai yang lebih kecil muncul pada pakaian. Aigis muncul dari perisai pelindung yang diasosiasikan dengan figur keagamaan ketika dihubungan dalam mitos dan gambar. Pemakaian Aigis dan isinya memperlihatkan dukungan, perlindungan, atau otoritas dari kekuatan yang lebih tinggi, misalnya dewa. Nama Aigis sudah meluas ke banyak entitas lainnya, dan konsep perisai pelindung dapat ditemukan dalam berbagai mitologi, sedangkan bentuknya bervariasi dalam sejumlah sumber.

Mitologi Yunani

Dalam mitologi Yunani, Aegis (bahasa Yunani:Αιγίς), seperti diceritakan dalam Iliad, adalah perisai milik dewi Athena atau dewa Zeus, yang, berdasarkan Homeros, dibuat oleh Hefaistos:[1]

...dan di antara mereka ada Athena yang bermata cemerlang, memegang Aigis mulia yang abadi dan tak menua; Seratus untaian emas murni menggantung dan berkibar dari perisai itu, masing-masing ditenun dengan kuat, dan masing-masing senilai seratus lembu.

Homero, Iliad 2.446-9

250px-Nymphenburg-Kaskade-Statue_Detail-4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perisai Aigis pada patung Athena di München.

Virgilus menceritakan bahwa para Kiklops di bengkel Hefaistos yang "dengan sibuknya mengkilapkan perisai yang dipakai oleh Athena ketika sedang marah--itu adalah benda yang menakutkan dengan permukaan dari emas seperti sisik ular, dan perisai itu menghubungkan ular dan Gorgon di dada sang dewi, sebagai kepala buntung yang memutar matanya."[2] Perisai itu dihiasi dengan untaian emas dan memiliki Gorgoneion (kepala Medusa) di bagian tengahnya. Beberapa pelukis vas Attika mengambil tradisi Arkais bahwa untaian itu pada awalnya adalah ular. Ketika lahir, Athena sudah membawa Aigis.

Ketika para dewa Olimpus menggoyangkan Aigis, Gunung Ida ditutupi awan, petir-petir mengguncang dan orang-orang diselumuti ketakutan. "Zeus yang membawa Aigis", seperti disebutkan dalam Iliad, kadang disebutkan meminjamkan perisai itu pada Athena. Dalam Iliad ketika Zeus mengirim Apollo untuk membangkitkan Hektor yang terluka, Apollo memgang Aigis dan berpacu menyerang pasukan Akhaia, mendorong mereka ke kapal-kapal mereka di pantai. Berdasarkan Mythology: Timeless Tales of Gods and Heroes oleh Edith hamilton,[3] Aigis adalah pelindung dada milik Zeus yang "mengerikan untuk dilihat."

Catatan kaki

  1. Iliad 2.446-9, (Martin Hammond's translation).
  2. Aeneid 8.435-8, (Day-Lewie's translation).
  3. Part I, section I (Warner Books' United States Paperback Edition)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan