Senin, 21 September 2026
18:02 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Aedui

Aedui

330px-Gaul%2C_1st_century_BC.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Galia pada abad ke-1 SM yang menunjukkan lokasi suku Aedui.

Aedui (Haedui dalam bahasa Latin) adalah orang-orang Galia Keltik yang pernah menetap di wilayah Bourgogne di Prancis. Mereka tersebar di wilayah yang kini merupakan bagian dari departemen Nièvre dan Saône-et-Loire serta wilayah selatan Côte-d'Or (kurang lebih sama dengan ariondisemen Beaune) dan Allier. Ibu kota Aedui terletak di kota Bibracte. Mereka memanfaatkan lahan yang subur di bagian barat dataran Saône. Tetangga dan musuh mereka adalah orang-orang Sequani di timur laut dan Arverni di barat daya. Lingones di utara adalah sekutu mereka.

Mereka dipimpin oleh seorang kepala suku terpilih yang disebut vergobret.

Bersama dengan suku-suku tetangga yang menjadi bawahan atau pembayar upeti, mereka membentuk konfederasi yang kuat yang dapat menyaingi Arverni. Pada abad ke-1 SM, Republik Romawi bersekutu dengan mereka, dan Senat Republik Romawi menyatakan mereka sebagai saudara republik. Roma memanfaatkan persaingan antara Aedui dan Arverni untuk melakukan campur tangan dalam urusan Galia dan menundukan mereka dengan lebih mudah.

Sebagai sekutu Romawi, Aedui membantu Romawi menghadapi ancaman Helvetii. Meskipun mereka menyediakan kontingen militer untuk Julius Caesar, mereka membantu Vercingetorix melawan Romawi (walaupun terlambat) pada tahun 52 SM. Setelah Vercingetorix dikalahkan dalam Pertempuran Alesia, mereka kembali mengabdi kepada Romawi.

Kota-kota Aedui pada akhirnya terintegrasi dengan provinsi Gallia Lugdunensis setelah Kaisar Romawi Augustus mereorganisasi wilayah Galia. Kaisar Claudius memberikan kepada mereka hak kewarganegaraan penuh pada tahun 48.

Bibliografi

  • Christian Goudineau et Christian Peyre, Bibracte et les Éduens. À la découverte d'un peuple gaulois, Paris, Errance, 1993, 224 p., ill.
  • Anne-Marie Romero, Bibracte. Archéologie d'une ville gauloise, Bibracte-Centre archéologique européen, 2006.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan