Sabtu, 24 Oktober 2026
06:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Adramelekh

Adramelekh

Bagikan:
Infobox orangAdramelekh
330px-Adramelech.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Data pribadi
AgamaAgama Semitik Kuno Suntingan nilai di Wikidata

Adramelekh (Adrammelek) merupakan nama salah satu dewa yang terdapat di Alkitab yaitu dalam 2 Raja-raja 17:31.[1] Nama Adrammelek berasal dari bagian barat semit.[2] Nama ini berarti yang mulia adalah raja.[2] Nama Adrammelek ini juga mempunyai kaitan dengan Baal.[1] Hal ini karena nama Adrammelek juga bisa menjadi kata sifat yaitu addir-melek.[1] Kata sifat ini dikenakan pada Baal.[1] Hal ini ditunjukkan dalam teks yang berasal dari Ugarit.[1] Ia merupakan dewa dari orang Sefarwaim.[1] Suku Sefarwaim merupakan salah satu suku yang dibawa oleh Sargon II ke Samaria setelah kehancuran yang terjadi pada tahun 722 Sebelum Masehi.[2] Orang Sefarwaim menyembah Adramelek bersama pasangannya yang bernama Anammelek.[1] Salah satu bentuk penyembahan orang Sefarwaim kepada Adrammelek dan Anammelek adalah dengan mempersembahkan bayi mereka.[1] Mereka mempersembahkan bayi mereka dengan cara dibakar.[1] Namun, tidak begitu banyak data mengenai dewa ini.[2] Hal ini didukung dengan tidak disebutkannya nama Adrammelek dalam tulisan Babilonia maupun Asyur.[2]

Adramelekh putra Sanherib

Tercatat dalam Alkitab Ibrani (Perjanjian Lama di Alkitab Kristen) ada seorang tokoh bernama "Adramelekh" (Adrammelech) yang adalah putra dan sekaligus pembunuh Sanherib, raja Asyur pada 2 Raja-raja 19:37[3] and Yesaya 37:38.[4] Dalam bahasa Akkadia namanya ditulis sebagai Arda-mulishshi,[5] dengan keterangan sebagai seorang putra yang memberontak terhadap Sanherib, ayahnya.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Karel Van De Toorn, et.all. 1999. Dictionary of deities and Demons in the Bible. Hlm 10-11.
  2. 1 2 3 4 5 David Noel Freedman. 2000. Eerdmans Dictionary of The Bible. Grands Rapids, Michigan: Wm B. Eerdmans. Hlm 22.
  3. ↑ 2 Raja–raja 19:37 (Terjemahan Baru): Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
  4. ↑ Yesaya 37:38 (Terjemahan Baru): Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
  5. ↑ Gösta Werner Ahlström (1993). The History of Ancient Palestine. Fortress Press. hlm. 716. ISBN 978-0-8006-2770-6.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan