Selasa, 27 Oktober 2026
10:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Adisi sin dan anti

Bagikan:
500px-Syn_%26_anti_Addition_V.1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sikloheksena mengalami adisi anti dan sin

Dalam kimia organik, adisi sin dan anti merujuk pada dua cara yang berbeda ketika dua substituen diadisi ke ikatan rangkap dua atau ikatan rangkap tiga.

Adisi sin adalah adisi dua substituen pada sisi yang sama (atau muka) dari ikatan rangkap dua atau ikatan rangkap tiga, menghasilkan penurunan derajat ikat namun peningkatan jumlah substituen. Secara umum substrat yang terlibat adalah alkena atau alkuna. Contoh adisi sin adalah oksidasi alkena menjadi diol via oksidator seperti OsO4 atau KMnO4.

Adisi anti adalah lawan dari adisi sin. Pada adisi anti, dua subtituen diadisi ke sisi (atau muka) yang berlawanan pada ikatan rangkap dua atau tiga, menghasilkan penurunan derajat ikat tetapi peningkatan jumlah substituen. Contoh klasik adisi anti adalah brominasi alkena.

Tergantung pada ikatan ganda substrat, adisi dapat mempunyai efek yang berbeda pada molekul. Pada alkena berantai tunggal (misalnya etena), setelah adisi, alkana yang dihasilkan akan secara cepat berotasi pada ikatan sigma, sehingga apakah sebuah substituen diadisi pada sisi yang sama atau berlawanan pada ikatan ganda biasanya dapat diabaikan karena rotasi bebas. Namun jika kiralitas atau orientasi substituen diperhitungkan, perbedaan adisi ini sangat signifikan. Berbeda dengan alkena rantai tunggal, adisi sin sikloalkena akan menghasilkan substituen pada sisi yang sama pada cincin dan struktur cincin senyawa ini akan menghalangi rotasi bebas.

Eliminasi sin dan eliminasi anti adalah proses lawan dari adisi sin dan anti, yakni menghasilkan ikatan rangkap.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan