Kamis, 05 November 2026
07:00 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Pangeran Martapura

Pangeran Mangkunegoro Madiun

Bagikan:

Pangeran Arya Martapura adalah seorang adipati anom (putra mahkota) yang dicalonkan menjadi raja Mataram, sepeninggalan Anyakrawati. Ia diangkat menjadi raja hanya satu hari pada tahun 1613, kemudian takhtanya digantikan oleh Raden Mas Jatmika, kakaknya yang bergelar Sultan Agung.

Awal kehidupan

Pangeran Martapura memiliki nama asli Raden Mas Wuryah, putra Raden Mas Jolang dari istrinya yang bernama Ratu Tulungayu asal Ponorogo. Ia dilahirkan tahun 1605 di Kutagede ibu kota Mataram.

Raden Mas Jolang diberi gelar adipati anom (putra mahkota) pada masa pemerintahan ayahnya, yaitu Panembahan Senapati. Sebagai seorang calon raja, ia pernah berjanji pada istrinya jika kelak dirinya menjadi raja, maka putra mereka yang akan dijadikan sebagai adipati anom.

Perkawinan Raden Mas Jolang dengan Ratu Tulungayu tidak juga dikaruniai anak. Akhirnya, ia memutuskan menikah lagi dengan Dyah Banawati putri Pangeran Benawa, dari perkawinannya itu lahir Raden Mas Jatmika pada tahun 1593.

Ketika Raden Mas Jolang sudah naik takhta bergelar Susuhunan Anyakrawati, Ratu Tulungayu baru melahirkan Raden Mas Wuryah pada tahun 1605. Namun, Raden Mas Wuryah tumbuh menjadi penderita tuna grahita karena perkembangan syarafnya kurang baik.

Susuhunan Anyakrawati meninggal dunia pada tahun 1613. Ia sempat berwasiat supaya takhta Mataram diserahkan kepada Raden Mas Jatmika. Karena ia pernah berjanji pada Ratu Tulungayu, maka Raden Mas Wuryah harus dijadikan raja selama satu hari terlebih dahulu, sebagai pemenuhan janji.

Raden Mas Wuryah pun naik takhta dan memerintah selama satu hari. Kemudian takhtanya digantikan oleh Raden Mas Jatmika yang bergelar Anyakrakusuma alias Sultan Agung.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan