Kamis, 01 Oktober 2026
17:42 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Boa duméril

Boa duméril

Bagikan:
Boa duméril
250px-Dumeril%27s_Madagascar_ground_boa_%28Acrantophis_dumerili%29_male_Reniala.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jantan di Reserve Reniala, Madagaskar
CITES Apendiks I (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Boidae
Genus: Acrantophis
Spesies:
A. dumerili
Nama binomial
Acrantophis dumerili
Jan In Jan & Sordelli, 1860
Sinonim[3]
  • Acrantophis dumerili
    Jan In Jan & Sordelli, 1860
  • Acrantophis dumerilii
    — Jan, 1863
  • Boa dumerilii
    — Boulenger, 1893
  • Acrantophis madagascariensis dumerili
    — Stull, 1935
  • Acrantophis dumerili
    — Guibé, 1949
  • Boa dumerili
    — Kluge, 1991

Acrantophis dumerili, yang umumnya dikenal sebagai Boa duméril, adalah spesies ular tidak berbisa dalam famili Boidae. Spesies ini endemik di Madagaskar. Saat ini tidak ada subspesies yang diketahui.[4][5]

Deskripsi

A. dumerili memiliki panjang tubuh mencapai 2.5 meter, dari kepala hingga ekor. Ular betina lebih besar daripada ular jantan. Tubuhnya berwarna dasar cokelat kelabu atau cokelat tanah dengan bercak-bercak besar berbentuk bulat berwarna cokelat gelap. Warna ini membantunya menyamarkan diri di dasar hutan yang ditumpuki dedaunan kering.[6][7]

Jenis ini tersebar di Madagaskar bagian barat daya. Habitat utamanya adalah hutan belukar dan pinggiran padang rumput. Makanan utamanya adalah burung, kadal, dan mamalia kecil, terutama lemur. Ular ini juga memangsa ular lain yang lebih kecil. Ular ini berkembangbiak dengan melahirkan. Jumlah anak yang dilahirkan antara 6 hingga 28 ekor. Ular ini memerlukan waktu 3 sampai 5 tahun untuk mencapai usia dewasa.[8][9]

Referensi

  1. ↑ Raxworthy, C.J.; Ramanamanjato, J.-B.; Randriamahazo, H. (2011). "Acrantophis dumerili ". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2011 e.T282A13054798. doi:10.2305/IUCN.UK.2011-2.RLTS.T282A13054798.en. Diakses tanggal 20 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  3. ↑ McDiarmid RW, Campbell JA, Touré TA (1999). Snake Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference, Volume 1. Washington, District of Columbia: Herpetologists' League. 511 pp. ISBN 1-893777-00-6 (series). ISBN 1-893777-01-4 (volume).
  4. ↑ "Acrantophis dumerili". Integrated Taxonomic Information System. Diakses tanggal 17 Februari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Glaw, Frank; Vences, Miguel (2007). A Field Guide to the Amphibians and Reptiles of Madagascar (Edisi 3rd). Cologne, Germany: Vences & Glaw Verlags. ISBN 978-3929449037.
  6. ↑ Burnie D, Wilson DE (2001). Animal. London: Dorling Kindersley. 624 pp. ISBN0-7894-7764-5.
  7. ↑ Raxworthy CJ, Ramanamanjato J-B, Randriamahazo H [in Prancis] (2011). "Acrantophis dumerili ". The IUCN Red List of Threatened Species. 2011. Uni Internasional untuk Konservasi Alam: e.T282A13054798. doi:10.2305/IUCN.UK.2011-2.RLTS.T282A13054798.en. Diakses tanggal 13 Januari 2018.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Acrantophis dumerili". Integrated Taxonomic Information System. Diakses tanggal 17 Februari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Glaw, Frank; Vences, Miguel (2007). A Field Guide to the Amphibians and Reptiles of Madagascar (Edisi 3rd). Cologne, Germany: Vences & Glaw Verlags. ISBN 978-3929449037.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan