Sabtu, 24 Oktober 2026
05:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Aconitum assamicum

Bagikan:
Aconitum assamicum
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Ordo: Ranunculales
Famili: Ranunculaceae
Genus: Aconitum
Spesies:
A. assamicum
Nama binomial
Aconitum assamicum
Lauener

Aconitum assamicum adalah spesies tumbuhan berbunga. Spesies ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 1963 oleh Lauener.[1] Tumbuhan ini merupakan herba dua tahunan yang berasal dari Arunachal Pradesh di India timur laut, tempat ia tumbuh di bioma beriklim sedang.[2]

Deskripsi

Batang sederhana, tegak, tingginya mencapai 60 cm, tertutup rambut keemasan yang panjang dan menyebar, daun berbentuk ginjal, bunga berwarna kuning pucat; sepal dengan rambut panjang; kelopak tanpa rambut.[3]

Referensi

  1. ↑ Lauener, L.A., 1963. Aconitum of the Himalaya: New Species and Extensions in Distribution. éditeur non identifié.
  2. ↑ "Plants of the World Online". Plants of the World Online. Diakses tanggal 2025-09-11.
  3. ↑ Sharma, B.D., Balakrishnan, N.P., Rao, R.R. and Hajra, P.K., 1993. Flora of India, Botanical Survey of India. Calcutta, 1, pp.52-80.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Ranunculaceae ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan