Sabtu, 24 Oktober 2026
00:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Abrar Yusra

Penulis Indonesia

Bagikan:
Abrar Yusra
Lahir(1943-03-28)28 Maret 1943
Meninggal28 Agustus 2015(2015-08-28) (umur 72)
PekerjaanWartawan
Penulis
Anak4

Abrar Yusra (28 Maret 1943 – 28 Agustus 2015)[1][2] adalah seorang wartawan, penyair, novelis, dan penulis biografi Indonesia.[3][4] Abrar Yusra telah menulis banyak buku biografi para tokoh Indonesia, di antaranya biografi Selo Soemardjan, Azwar Anas, Amir Hamzah, A.A. Navis, Djoeir Moehamad serta biografi Hoegeng yang ia tulis bersama Ramadhan K.H., dan biografi tokoh-tokoh Indonesia lainnya.[5][6][7][8][9]

Riwayat hidup

Sebelum menjadi penulis biografi, Abrar dikenal sebagai jurnalis. Ia pernah jadi managing editor selama 9 tahun di Harian Singgalang yang terbit di Padang, Sumatera Barat. Dia juga pernah menjadi guru di sekolah INS Kayutanam, Sumatera Barat, sebelum menjadi wartawan.[10] Abrar pernah menjadi wartawan harian Haluan Padang dan menjadi redaktur pelaksana harian Singgalang Padang (1985–1986).[4] Ia juga pernah jadi anggota Dewan Kesenian Jakarta (1991–1993).[4]

Novelnya yang berjudul Tanah Ombak (2002) meraih penghargaan Hadiah Sastra Mastera (Masyarakat Sastra Asia Tenggara) kategori Karya Kreatif di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tahun 2003.[11]

Meninggal dunia

Abrar Yusra meninggal dunia pada 28 Agustus 2015[12] setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Bogor karena penyakit stroke. Ia meninggalkan 3 orang putra, 1 putri, dan 5 cucu. Jenazahnya dimakamkan di Lawang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.[3]

Karya

Biografi

  1. Azwar Anas: Teladan dari Ranah Minang (Gramedia: 2011)
  2. Memoar Seorang Sosialis: Djoeir Moehamad (Yayasan Obor Indonesia: 1997)
  3. Hoegeng Polisi Idaman dan Kenyataan (Sinar Harapan: 1995), dikejakan bersama Ramadhan K.H.
  4. Komat-Kamit Selo Soemardjan (Gramedia: 1995),
  5. Satiris dan Suara Kritis dari Daerah (biografi A.A. Navis, Gramedia: 1994)

Novel

  1. Negeri Tanpa Bedil (2001)
  2. Tanah Ombak (2002)

Cerpen

  1. "Syorga", Horison No. 7/VIII 1973.

Sajak

  1. "Aku pun Orang yang Datang Kemudian", Horison No. 6/V 1970;
  2. "Siul", Horison No. 6/V 1970;
  3. "Kita Berpisah. Tinggallah", Basis No. 10/XXI 1972;
  4. "Lagi Angin Merintih", Basis No. 10/XXI 1972;
  5. "Tiada yang Kembali. Manusia hanya Meninggalkan Jejak", Basis No. 10/XXI 1972;
  6. "Manusia Senantiasa Pergi", Basis No. 10/XXI 1972;
  7. "Tapi Terdampar Sepi di Tempat ini", Basis No. 12/XXI 1972;
  8. "Padang! Hallo, Padang!", Horison No. 2/VIII 1975.

Kumpulan sajak

  1. Ke Rumah-Rumah Kekasih (1975),
  2. Siul (1975),
  3. Aku Menyusuri Sungai Waktu (1976),
  4. Jalan-Jalan.

Cerita anak

  1. Anak Gerilya (1996)

Trivia

  1. Pada saat peringatan 50 tahun kematian Amir Hamzah, Abrar menyusun biografi berjudul "Amir Hamzah–Biografi seorang Penyair" yang dibacakannya pada 20 Maret 1996 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.[4]

Referensi

  1. ↑ http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Abrar_Yusra
  2. ↑ https://books.google.co.id/books?id=U5UtAAAAMAAJ&q=Abrar+yusra+28+maret+1943&dq=Abrar+yusra+28+maret+1943&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwjJ8LO1m63xAhUIcCsKHTlRBQUQ6AEwAHoECAoQAw
  3. 1 2 "Budayawan Abrar Yusra Meninggal" Tempo.co, 28 Agustus 2015. Diakses 30 Agustus 2015.
  4. 1 2 3 4 "Artikel "Abrar Yusra" - Ensiklopedia Sastra Indonesia". ensiklopedia.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2018-04-18.
  5. ↑ Komat-kamit Selo Soemardjan: biografi
  6. ↑ Azwar Anas: Teladan dari Ranah Minang
  7. ↑ Amir Hamzah 1911-1946: Sebagai Manusia dan Penyair
  8. ↑ Otobiografi A.A. Navis: Satiris dan Suara Kritis dari Daerah
  9. ↑ Hoegeng, Polisi Idaman dan Kenyataan
  10. ↑ Abrar Yusra: Tanah Ombak[pranala nonaktif permanen]
  11. ↑ Hadiah Sastera MASTERA Diarsipkan 2015-04-02 di Wayback Machine
  12. ↑ "Abrar Yusra, Penulis Biografi yang Wartawan dan Sastrawan". Sumbarsatu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-03-30.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan