Rabu, 28 Oktober 2026
09:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Abdullah bin Wahb ar-Rasibi

pemimpin awal Khawarij

Bagikan:

Abdullah bin Wahb ar-Rasibi (bahasa Arab:عبد الله بن وهب الراسبي; meninggal 17 Juli 658 M) adalah pemimpin awal Khawarij.[1] Abdullah berasal dari klan Bani Rasib dari suku Bani Azad.[2] Ia adalah salah satu Tabiin, orang yang mempelajari Islam dari seorang sahabat nabi Muhammad. Ia dikenal rajin beribadah dan sering bersujud, sehingga dijuluki dzu ats-tsafināt (ذو الثفنات; "pria berdahi hitam").[3]

Abdullah bin Wahb ar-Rasibi berperang di bawah Sa'ad bin Abi Waqqash dalam penaklukan Irak. Dalam perang saudara Muslim pertama, dia memihak Ali bin Abi Thalib dan berperang untuknya di Pertempuran Siffin (657). Dia menentang keputusan Ali untuk menerima arbitrase untuk mengakhiri perang saudara dan bergabung dengan para pemberontak, yang dikenal sebagai Khawarij dan berbasis di Harura, Irak. Mereka kemudian pindah ke Kufah, di mana para pemberontak memilih Abdullah bin Wahb ar-Rasibi sebagai amir (pemimpin).[3][4] Pada bulan Maret 658, mereka dikalahkan oleh Ali di Pertempuran Nahrawan (9 Ṣafar 38 Hijriyah). Abdullah terbunuh dalam pertempuran tersebut.[3]

Catatan

  1. ↑ Kenney (2006), hlm. 41
  2. ↑ Ibnu Hajar al-'Asqalani. Kitab al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah – Abdullah bin Wahb ar-Rasibi (dalam bahasa Arab). Vol. 5. hlm. 78. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-07-05. Diakses tanggal 2025-07-05.{{cite book}}: |website= diabaikan
  3. 1 2 3 Gibb (1960), hlm. 54.
  4. ↑ Kenney (2006), hlm. 41.

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan