Minggu, 18 Oktober 2026
12:16 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Abbas Qadhi Ladang Laweh

Abbas Qadhi Ladang Laweh

ulama Minangkabau

Bagikan:
Infobox orangAbbas Qadhi Ladang Laweh
250px-Syekh_Abbas_al-Qadhi_dan_Buya_Sirajuddin_Abbas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Syekh Abbas Qadhi Ladang Laweh dan Sirajuddin Abbas.
Biografi
KelahiranLadang Laweh Suntingan nilai di Wikidata
Kematian27 Mei 1951 Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
Kelompok etnikOrang Minangkabau Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanulama Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
AnakSirajuddin Abbas Suntingan nilai di Wikidata

Syekh Abbas bin Abdi Wahab bin Abdul Hakim (1285 H-1370 H), juga dipanggil Syekh Abbas Qadhi Ladang Laweh, adalah salah seorang ulama Minangkabau.

Syekh Abbas lahir di Ladang Laweh, Agam, Sumatera Barat. Semasa mudanya ia belajar agama pada Syekh Angku Mudo di kampungnya, dan setelah dewasa ia melanjutkan belajar ke Makkah. Sekembalinya dari Mekkah ia mengadakan pembaruan mengajar dengan sistem sekolah, yaitu dengan mendirikan Arabiyah School. Ia juga termasuk pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), bersama-sama ulama Kaum Tua lainnya.[1]

Di kemudian hari, puteranya Sirajuddin Abbas juga menjadi ulama dan pendidik yang ternama.[2]

Referensi

  1. ↑ Koto, Alaiddin (1997). Pemikiran politik PERTI, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, 1945-1970, Nimas Multima, ISBN 978-979-9005-09-0, 9799005094. Hlm. 191. Diakses 30 Januari 2015.
  2. ↑ Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam (2004). Mimbar Hukum, Volume 15, Masalah 64, Yayasan Al Hikmah bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam. Hlm. 136. Diakses 30 Januari 2015.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan