Selasa, 27 Oktober 2026
17:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
FFA AS 202 Bravo

FFA AS 202 Bravo

Bagikan:
250px-FFA_AS-202_Bravo_N7746B-090117-01-8.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
FFA AS 202 Bravo

Pesawat AS 202 Bravo adalah pesawat terbang yang diproduksi pertama kali tahun 1976 oleh negara Swiss untuk memenuhi kebutuhan pesawat latih baik penerbangan sipil maupun militer yang saat itu sangat diperlukan. Pesawat tersebut merupakan pengembangan dari pesawat AS 202/15 Bravo yang diproduksi tahun 1959 oleh pabrik.

Operator

Operator Sipil

  •  Finlandia
    • Pelatihan Pilot Patria - 7 pesawat pada tahun 2000–2011. Bravo Patria adalah pesawat bekas British Aerospace Flying College. BAE Flying College memiliki 11 pesawat, tetapi 1 hilang di Skotlandia dan merenggut 2 nyawa. Sisa 10 pesawat dijual ke sekolah penerbangan swasta di Finlandia yang bernama Pilot Factory, yang kemudian bergabung dengan Patria pada tahun 2004–2005.

7 dari 10 pesawat asli masih beroperasi. Selama penggabungan dengan Patria, satu pesawat dijual kepada pemilik swasta. Kecelakaan malam hari di Bandar Udara Helsinki-Malmi pada tahun 2002 tidak menelan korban jiwa, tetapi badan pesawat rusak parah dan tidak dapat diperbaiki. Pada bulan Agustus 2010, satu pesawat keluar dari landasan pacu di Helsinki-Malmi dan dinyatakan tak dapat digunakan lagi.

Pesawat Bravo milik Patria akhirnya digantikan dengan Tecnam P2002JF.

  •  Uganda
    • Sekolah Penerbangan Uganda Central – 8 pesawat.

Operator militer

Bekas dipakai operator militer


Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan