Selasa, 27 Oktober 2026
09:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

9 × 39 mm

Bagikan:
9 × 39 mm
Tipe Senapan serbu
Negara asal  Uni Soviet
 Rusia
Sejarah produksi
Perancang N. Zabelin, L. Dvoryaninova dan Y. Frolov
Dirancang 1980an
Pembuat TsNIITochMash
Diproduksi 1980 an -
Spesifikasi
Diameter proyektil 9,3 mm
Panjang selongsong 39 mm

Peluru 9 × 39 mm adalah peluru senapan serbu subsonik buatan TsNIITochMash dari Rusia / Uni soviet pada tahun 1980an, hasil rancangan N. Zabelin, L. Dvoryaninova dan Y. Frolov. Peluru ini dibuat berdasarkan peluru 7,62 × 39 mm perbedaannya adalah bagian leher (neck) peluru yang diperbesar agar muat dengan proyektil (bullet) 9 mm, tujuannya adalah menciptakan peluru yang memiliki kemampuan subsonik, kekuatan, jangkauan dan penetrasi lebih besar dari peluru pistol 9 mm. Dengan berat dua kali lebih berat dari peluru 7,62 × 39 mm, peluru ini mempunyai kemampuan subsonik dengan jangkauan jarak antara 300 - 400 meter dan mampu menembus baja setebal 10 mm.

Senjata yang menggunakan

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai 9 x 39 mm cartridges.

Peluru

Proyektil


Ikon rintisan

Artikel bertopik amunisi dan peluru ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan