Selasa, 27 Oktober 2026
21:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Érik Comas

Érik Comas

Bagikan:
Érik Comas
250px-Comas_lm2005.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir28 September 1963 (umur 63)
Karier Kejuaraan Dunia Formula Satu
KebangsaanPrancis French
Tahun aktif1991–1994
TimLigier, Larrousse
Jumlah lomba63 (59 start)
Juara Dunia0
Menang0
Podium0
Total poin7
Posisi pole0
Lap tercepat0
Lomba pertamaGrand Prix AS 1991
Lomba terakhirGrand Prix Jepang 1994

Érik Comas (lahir 28 September 1963) adalah mantan pembalap Formula 1 dari Prancis. Ia adalah juara F3 Prancis pada tahun 1988, dan kemudian juara Formula 3000 pada tahun 1990, setelah mencetak jumlah poin yang sama seperti Jean Alesi pada tahun 1989 tetapi ia inkonsisten dalam beberapa balapan. Ia berpartisipasi dalam 63 balapan, dengan dimulai pada debutnya pada tanggal 10 Maret 1991. Ia mencetak total 7 poin kejuaraan. Poin terakhirnya, di cetak di Grand Prix Jerman 1994, juga merupakan yang terakhir bagi tim Larrousse.

Dia dikenal atas penyelamatan nyawanya oleh Ayrton Senna saat ia mengalami kecelakaan saat sesi latihan Grand Prix Belgia 1992, saat Senna keluar dari mobil McLaren-nya dan bergegas ke mobil Ligier Comas yang hancur penyebab kecelakaan, Senna menyadari harus menyelamatkan nyawa Comas dari bahaya ledakan saat mesin mobil Ligier-nya masih menyala setelah kecelakaan, dan Senna mematikan mesin mobil Ligier-nya dan memegang kepala-nya dalam posisi stabil sampai para dokter bisa tiba yang membuat nyawa Comas telah diselamatkan oleh Senna. Ketika Senna meninggal dunia akibat kecelakaan fatal saat lomba Grand Prix San Marino 1994 di Autodromo Enzo e Dino Ferrari, Imola, Italia pada tahun 1994, Comas sangat terkejut sehingga dia memutuskan untuk tidak ikut dalam lomba yang dimulai kembali, terutama karena apa yang terjadi di Spa-Francorchamps dua tahun sebelumnya.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Érik Comas.


Ikon rintisan

Artikel bertopik pembalap Formula Satu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan